Wisata

Motogirl Tour, Pemandu Wisata sekaligus Layanan Ojeg Perempuan di Kamboja

Medan.top – Di Indonesia, perempuan pengendara ojek tergolong langka. Namun, tidak demikian halnya dengan Motogirl Tour di Kamboja.

Di Negeri ini, empat perempuan justru bekerja sama membentuk layanan ojek sekaligus perempuan pemandu wisata.

Bermodalkan sepeda motor dan kemampuan berbahasa Inggris, perempuan-perempuan bertubuh ramping dengan tinggi sekitar 150 sentimeter itu mendirikan Motogirl Tour di Phnom Penh, Kamboja.

Perempuan-perempuan itu mudah dikenali. Semuanya berambut panjang dan mengenakan seragam berupa kaus merah ketat dan skinny jeans.

Celana skinny telah menjadi tren fesyen di kalangan perempuan Kamboja sejak beberapa tahun lalu. Salah satu pendiri Motogirl Tour adalah Sreynich Horm. Saat berkenalan dengannya, ia meminta disapa Manich.

Pertama kali melihatnya, tidak terbersit sedikitpun kalau ia terbiasa membonceng turis berkeliling di ibu kota Kamboja itu.

Seketika terbayang kelincahannya mengendarai sepeda motor. Mungkin, perawakannya yang mungil itu membuatnya lincah berkendara dan berjalan ke sana ke mari memandu wisatawan.

Demi keamanan selama di perjalanan, seluruh pengendara dan turis dibekali helm. Selain aman, juga sebagai bentuk kesadaran mematuhi pertaturan.

Ayahnya sempat khawatir ketika mengetahui anak perempuannya menjadi pemandu wisata bagi turis laki-laki. Ia tidak mau sang putri menjadi sasaran pelecehan seksual pria. Namun, Manich berhasil meyakinkan sang ayah bahwa ia baik-baik saja selama membawa turis berkeliling.

(TRT World)

Pertama di Kamboja

Motogirl Tour adalah agen perjalanan wisata pertama di Kamboja dengan pemandu wisata perempuan yang membonceng turis berkeliling menggunakan sepeda motor.

Layanan pemandu wisata menggunakan sepeda motor itu beroperasi sejak 2016. Pendirian Motogirl terinspirasi dari perempuan pengendara ojek di perbatasan Thailand.

Manich juga pernah menjadi koresponden British Broadcasting Corporation (BBC). Sehingga ia memiliki modal bercerita yang bisa diaplikasikan saat memandu turis.

Pendiri lainnya adalah alumni jurusan akuntansi di salah satu perguruan tinggi di Kamboja. Ia pernah bekerja di salah satu kantor akuntan.

Motogirl menawarkan beragam tur dan dapat disesuaikan dengan keinginan turis. Royal Palace, Killing Fields, Genocide Museum, Local Market dan Wat Phnom adalah variasi tur yang bisa dipilih wisatawan.

Sementara tur andalan Motogirl ialah Day City, Day Adventure, Night City dan Shopping Paradise. Kisaran harga yang mereka tawarkan mulai US$60 (sekitar Rp833.000) hingga US$120 (sekitar Rp1,6 juta). Tertarik? (Suzan)

Artikel ini telah terbit di Cokelat.co, untuk membaca artikel aslinya klik di sini 

Berikan Komentar:

Tags

Berita Terkait:

Back to top button
Close