Wisata

Festival Poson Poya, Peringatan Sejarah Masuknya Buddha di Sri Lanka

Medan.top – Pada 4 Juni lalu tidak ada kemeriahan Festival Poson Poya di Sri Lanka akibat pandemi virus corona (Covid-19).

Padahal, biasanya ada festival untuk merayakan hari penting kedua setelah Waisak itu. Hari Poson Poya merupakan momentum untuk mengenang masuknya agama Buddha ke Sri Lanka pada abad ketiga sebelum Masehi.

Adalah Mahinda, biksu dari India yang memperkenalkan ajaran Buddha di Sri Lanka. Ada sejarah yang melatarbelakanginya.

Saat itu Raja Sri Lanka, Devanampiyatissa sedang berburu rusa. Tiba-tiba saja muncul biksu Mahinda dari balik semak tidak jauh dari pohon mangga yang tumbuh di puncak gunung Mihintale.

Sang biksu kemudian memanggil nama sang raja. Penguasa yang hidup di tahun 307 hingga 267 sebelum Masehi itu sempat terkejut, namun ia berhasil menenangkan diri.

Ia melihat ke arah suara yang memanggilnya. Kemudian Raja menghentikan sejenak perburuannya. Dikisahkan, Mahinda melempar pertanyaan kepada Raja Devanampiyatissa. Usai mendapat jawaban dari sang raja, Mahinda pun bercerita banyak tentang Sang Buddha dan ajarannya.

Ia juga meminta izin agar diberi kesempatan lebih banyak untuk menyampaikan ajaran Sang Buddha. Raja Devanampiyatissa menyetujuinya.

Bukan hanya itu. Raja juga menyatakan seluruh bangsa Sri Lanka menganut agama Buddha. Sampai saat ini Sri Lanka dikenal sebagai rumah Buddha Theravada.

Salah sati festival yang menjadi tujuan wisata

Theravada adalah ajaran konservatif yang berabad-abad lamanya dianut sebagian besar warga Sri Lanka. Tempat pertemuan Raja Devanampiyatissa dengan biksu Mahinda ditandai dengan adanya candi dan Stupa Ambasthale.

Dalam bahasa Indonesia ‘ambasthale’ berarti pohon mangga. Ini mewakili semak-semak pohon mangga yang menjadi saksi bisu pertemuan sang raja dengan biksu Mahinda.

Saat ini Mihintale menjadi destinasi wisata dan tempat peringatan atau Festival Hari Poson Poya di Sri Lanka. Di tempat itu terdapat monumen yang bisa dicapai setelah menaiki 1.840 anak tangga.

Warga Sri Lanka biasanya merayakan Festival Poson Poya setiap tahun, kecuali tahun ini. Festival tersebut berlangsung meriah dan dihadiri ratusan ribu umat Buddha.

Jalanan menuju Mihintale juga menjadi padat. Untuk menjaga keamanan, ribuan polisi serta tentara selalu dikerahkan. Bahkan, ada regu penyelamat khusus dari angkatan laut yang disiagakan dekat bendungan di sekitar sana.

Sayang, tahun ini kemeriahan itu tidak ada. Semoga tahun depan pandemi corona sudah berakhir sehingga umat Buddha Sri Lanka dapat merayakan kembali Poson Poya. (Suzan)

Artikel ini telah terbit di Cokelat.co, untuk membaca artikel aslinya klik di sini

Berikan Komentar:

Tags

Berita Terkait: