Olahraga

Kasus Covid-19 Meningkat, Khabib Nurmagomedov Khawatirkan Ayahnya

Medan.top – Seiring meningkatnya kasus virus corona (Covid-19) di Rusia, petarung Khabib Nurmagomedov khawatirkan kondisi ayahnya yang terinfeksi.

Dikutip Medan.top dari BBC Sport, Rabu (20/5/2020), juara Ultimate Fighting Championship (UFC) kelas ringan itu menyebut bahwa wabah virus ini semakin memburuk.

Di kampung halamannya di Republik Dagestan, yang merupakan wilayah Rusia, Khabib menyebut seluruh rumah sakit di sana kewalahan merawat pasien.

Rumah sakit di wilayah yang berpopulasi 2,91 juta jiwa itu mengalami kelebihan kapasitas. Hal itu semakin membuat Khabib Nurmagomedov khawatirkan ayahnya.

Abdulmanap Nurmagomedov, ayah Khabib, saat ini berada dalam kondisi kritis dan tengah berjuang melawan virus corona akibat komplikasi penyakit.

Khabib mengatakan, kini ada lebih dari 20 anggota keluarganya yang dirawat di ruang gawat darurat (ICU) akibat pandemi virus yang berasal dari Kota Wuhan tersebut.

Bahkan, beberapa di antaranya dalam kondisi sekarat. “Kita berada dalam situasi yang sangat sulit,” ujar Khabib melalui akun Instagram-nya kemarin. “Banyak orang yang sakit, dan banyak juga orang yang meninggal,” tambahnya.

View this post on Instagram

🤲

A post shared by Khabib Nurmagomedov (@khabib_nurmagomedov) on

Atas kondisi ini, Conor McGregor, yang sempat dikalahkan Khabib, ikut berduka. Ia turut mendoakan kesembuhan Abdulmanap.

Selain menjadi ayah, Abdulmanap Nurmagomedov juga merupakan pelatih anaknya itu. Pria 57 tahun ini dikabarkan koma dan menggunakan ventilator guna menyokong nyawanya.

Tetap di rumah saat Lebaran

Khabib mengimbau agar semua orang, khususnya umat Muslim, di seluruh dunia untuk tetap di rumah saat merayakan Idul Fitri.

“Para cendekiawan Islam telah mengimbau kita untuk melaksanakan shalat Ied di rumah masing-masing. Jangan mengunjungi orang lain dan jangan menerima tamu,” ujarnya.

Berdasarkan laporan resmi, jumlah korban tewas oleh virus corona di Dagestan mencapai 32. Namun demikian, Menteri Kesehatan Republik Dagestan Dzhamaludin Gadzhiibragimov pekan lalu mengatakan ada lebih dari 40 petugas medis yang meninggal sejak wabah ini pertamakali melanda.

Dikutip dari data Worldometers, Rusia saat ini menjadi negara dengan kasus virus corona terbesar kedua di dunia, dengan 299,941 orang yang terinfeksi, dan 2,837 tewas. (BBC Sport/AW)

 

Berikan Komentar:

Tags