OlahragaOtomotif

Andler, Bukit yang tak dapat Ditaklukkan oleh Pebalap Hillclimb Manapun

Medan.top – Banyak orang yang berusaha mendakinya, tetapi Bukit Andler tetap tak dapat ditaklukkan oleh pebalap hillclimb manapun. Bahkan hingga saat ini.

Ajang balap bertajuk The Andler Hillclimb sangat popular di Eropa. Kompetisi tahunan ini selalu ramai dikunjungi oleh pebalap motocross dari berbagai negara. Pertandingan ini sangat digemari dan menarik banyak penonton yang ingin menyaksikan para pebalap top Eropa menaklukkan tebing berbatu yang curam tersebut.

Tak terhitung banyaknya orang yang berusaha menaklukkan bukit Andler sejak ajang ini digelar 20 tahun yang lalu. Tapi semuanya menemui kegagalan. Hal itulah yang lantas membuat balap Andler Hillclimb mendapat sebutan “pendakian mustahil”. Mengapa bisa demikian?

Curam dan berbatu

Selain curam, jalur yang harus ditempuh para pebalap memang bukan trek alami, melainkan tren buatan yang didesain sedemikan rupa untuk melontarkan siapapun yang mencoba melaluinya.

Menurut para pebalap yang mencoba menaklukkannya, bukan kecuramannya yang merepotkan, tetapi perubahan mendadak dari permukaan jalurnya yang membuat mereka kesulitan menyentuh garis finis. Akibatnya, para pebalap tak dapat mengendalikan motor mereka, dan mencapai puncak merupakan hal yang sangat sulit sekali.

Di garis start, permukaan tanah yang harus dilalui kasar dan ‘longgar’. Kemudian para pebalap harus menghadapi kecuraman sisi bukit yang nyaris mencapai 90 derajat. Berikutnya, susunan bebatuan yang berundak-undak akan menyapa para peserta yang jika tak siap akan segera terpental dari sepedamotornya.

Tantangan utama adalah gravitasi

Siapapun yang ingin mencoba menaklukkan Bukit Andler harus menyiapkan diri untuk menelan kerugian fisik dan materi. ‘Musuh’ sebenarnya di sini bukanlah permukaan jalur, melainkan gravitasi. Jika peserta terlontar dari motornya, maka tak ada ampun lagi.

Pebalap dan motornya akan terguling-guling menuruni sisi bukit berbatu. Meski di pinggiran jalur ada marshall yang bertugas menangkap, tapi kemampuan mereka sangat terbatas.

Tak ayal lagi motor akan hancur akibat menghantam bebatuan hingga akhirnya berhenti di jalur start. Mengerikan bukan? Itu baru motornya. Pebalap juga tak luput dari kecelakaan. Patah tulang dan luka-luka lazim dialami. Apalagi jika sang pebalap terhantam oleh motor mereka sendiri. Duh..

Nyaris ditaklukkan

Semua orang dapat mencoba menaklukkan Bukit Andler. Kendaraan yang digunakan para peserta pun beraneka ragam. Ada yang menggunakan motocross biasa dan modifikasi, bahkan ada juga yang menggunakan motor apa adanya.

Namun, motor yang memiliki kesempatan lebih besar untuk mencapai garis finis tentu saja yang sudah dimodifikasi bagian mesin, ban, dan lengan ayunnya. Meski tak pernah ada pebalap yang mampu melewati garis finis, tapi ada satu yang nyaris menjadi pemenang. Pebalap itu menggunakan motor Suzuki.

Roda depan motornya menyentuh garis finis, tapi karena kehilangan keseimbangan, ia pun jatuh berguling-guling ke bawah dan motornya rusak berat. Ia tidak dapat dinyatakan sebagai pemenang, karena syaratnya adalah motor dan pengendaranya harus melewati garis finis bersama-sama.

Kebanggaan sebagai jawara

Jika sesulit itu untuk menaklukkan Bukit Andler, kenapa masih banyak orang yang berusaha mencapainya? Ajang balap The Andler Hillclimb mempu bertahan selama 20 tahun bukan karena hadiahnya, melainkan gengsi.

Dapat dibayangkan, siapapun nanti yang menjadi pemenangnya, ia akan dikenang selamanya sebagai penakluk ‘bukit yang tak dapat ditaklukkan’ itu.

Buat kamu yang penasaran ingin menyaksikan, atau malah ingin mencoba, kompetisi The Andler Hillclimb tahun ini akan diselenggarakan Agustus mendatang. (AW)

Artikel ini telah terbit di Cokelat.co, untuk membaca artikel aslinya klik di sini

Berikan Komentar:

Tags
Back to top button
Close