Nasional

Serma T Dipenjara Setelah Istrinya Tulis Postingan ‘Semoga Rezim Tumbang”

Medan.top – Sersan Mayor (Serma) T, terpaksa meringkuk di sel tahanan sejak Senin (18/5/2020) setelah menjalani sidang disiplin. Anggota TNI di Rindam Jaya itu ditahan setelah istrinya berinisial SD,  dinilai melakukan penghinaan terhada pemerintah, setelah memposting kalimat ‘Semoga Rezim Tumbang’ di media sosial (Medsos).

Dilansir dari detiknews, penahanan Serma T tersebut  dibenarkan Kapendam Jaya, Letkol Czi Zulhandrie S Mara,  Senin (18/5/2020).

“Yang bersangkutan sekarang melaksanakan hukuman penahanan,” ujar Letkol Czi Zulhandrie S Mara.

Sidang militer tersebut kata Zulhandrie, dipimpin Komandan Rindam Jaya sebagai atasan langsung Serma T.  Sidang disiplin militer tersebut digelar di Mako Rindam Jaya, Senin (18/5/2020) pagi,

Serma T harus mendapatkan hukuman disiplin lantaran istrinya, SD, melakukan penghinaan terhadap pemerintah. Serma T mendapatkan hukuman penahanan kategori ringan selama 14 hari. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Kolonel Inf Nefra Firdaus dalam keterangannya, Minggu (17/5/2020).

“Menjatuhkan hukuman disiplin militer kepada Sersan Mayor T (anggota Rindam Jaya), berupa penahanan ringan sampai dengan 14 hari,” kara Kolonel Inf Nefra Firdaus.

Penahanan terhadap T dilakukan lantaran penilaian tidak bisa menjalankan perintah kedinasan terkait penggunaan medsos. SD yang potingannya di Facebook lantar menjadi viral, dianggap terbukti menyalahgunakan medsos.

“Karena tidak mentaati perintah kedinasan yang sudah dikeluarkan berulang kali tentang larangan penyalahgunaan sosial media oleh Prajurit TNI AD dan keluarganya,” ujar Nefra.

Nefra  Sebut TNI AD Dorong Pengunggah Postingan “Semoga Rezim Tumbang; Diproses Pidana

Di sisi lain, Nefra mengatakan, TNI AD juga mendorong agar SD, yang tergabung dalam Persatuan Istri TNI AD atau Persit, diproses hukum pidana.  Pasalnya, SD diduga melakukan penghinaan terhadap pemerintah.

SD kata dia diduga melanggar pasal UU Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik)

“Mendorong proses hukum terhadap saudari SD dalam kapasitasnya sebagai anggota Persatuan Istri TNI AD,” ucap Nefra.

DS : Yang Gaji TNI Bukan Negara Tapi Rakyat

Sekadar informasi, SD mengunggah postingan tersebut di akun Facebooknya Suswati DIY. Dalam kolom komentar, dia juga menuliskan kata-kata dalam bahasa Jawa ‘mugo rezim ndang tumbang sblm akhir tahun 2020’. Artinya kurang lebih “semoga rezim segera tumbang sebelum akhir tahun 2020.

Menanggapi postingan itu, ada seorang temanyna yang mengingatkan lewat postingan mengenai pekerjaan suami yang mendapat gaji dari pemerintah. SD menanggapinya dengan kalimat bahasa Jawa yang berarti ‘yang menggaji TNI bukan negara tapi rakyat, uangnya dari rakyat’. Setelah postingan itu viral, akun SD di Facebook  sudah tidak bisa ditemukan.

Berikan Komentar:

Tags
Back to top button
Close