Nasional

Remaja Perempuan Jadi Korban Pembunuhan di Kalimantan Barat

Medan.top –¬† Sesosok mayat remaja perempuan jadi korban pembunuhan ditemukan di semak-semak Desak Pak Mayam, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, Minggu (29/3/2020).

Kasat Reskrim Polres Landak Iptu Idris Bakara mengatakan, mayat perempuan berusia 16 tahun tersebut ditemukan warga dalam keadaan posisi telentang di samping pohon.

“Identitasnya berinisial TN. Diduga korban pembunuhan,” ujar Idris, Senin (30/3/2020).

Diketahui TN, pada Minggu pagi kemarin hendak pergi ke rumah pamannya untuk menjadi pagar ayu di acara resepsi pernikahan yang digelar di rumah pamannya yang hanya berjarak 500 meter.

“Hingga siang hari ditunggu korban tidak kunjung tiba,” katanya.

Karena khawatir, kata dia, pihak keluarga berusaha mencari keberadaan korban.

Sekitar pukul 13.00 WIB, korban ditemukan oleh saudara kandungnya, Tris dalam kondisi tak bernyawa. Untuk menyelidiki penyebab pasti kematian, jenazah dievakuai petugas ke rumah sakit. “Motif dan pelaku masih dalam penyelidikan kepolisian. Diduga korban pembunuhan,” tutup Idris.

Pelaku Pembunuhan Berhasil Ditangkap

Kasus remaja perempuan jadi korban pembunuhan  di Kalimantan Barat akhirnya terungkap. Pelaku pembunuhan dikabarkan berhasil ditangkap di Kota Pontianak.

“Tersangka ini asal Kota Pontianak, baru lima bulan kerja di wilayah Pak Mayam. Tersangka mantan pengguna narkoba. OLeh abangnya disuruh kerja di sana agar berubah,” tandas Kasat Reskrim Polres Landak Idris Bakara.

Namun, harapan dari keluarga agar bisa berubah ternayat tidak tercapai. Tersangka malah keji menghabisi anak di bawah umur yang juga tetangganya di Dusun Menjalin.

“Tersangka menghabisi korban sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu korban hendak pergi ke acara pamannya yang mengadakan hajatan pernikahan untuk menjadi pagar ayu,” jelas Idris.

Dimana tersangka sudah mengintai, karena korban saat akan pergi melewati tempat tinggal tersangka. Tersangka melakukan aksinya terhadap korban saat situasi masih sepi dan terjadi persetubuhan tidak normal.

“Lalu diikuti dan dihabisi di tengah hutan, setelah meninggal baru disetubuhi. Begitu pengakuan dari tersangka,” kata Idris Bakara. (Kompas/Tribun)

Berikan Komentar:

Tags

Berita Terkait:

Back to top button
Close