Nasional

Polisi Ringkus Pelaku Pembunuhan Wanita di Apartemen Surabaya

Medan.top – Pelaku pembunuhan wanita di Apartemen Surabaya, Ika Puspita Sari (36), ditangkap. Pelaku ternyata berumur jauh di bawah usia korban dengan selisih 16 tahun.

Pelaku berinisial AJA (20) warga asal Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, Madura yang indekos di Sawahan Gang 3, Surabaya. Dia ditangkap Tim Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, 10 jam setelah kasus pembunuhan, Rabu (22/4/2020).

Polisi juga berhasil mengangkap dan mengungkap motif pembunuhan yang menewaskan korban. Diketahui, Ika Puspita Sari ternyata membuka jasa prostitusi online melalui aplikasi MiChat. Dan dari aplikasi tersebut AJA bertemu di apartemen yang dikontrak korban.

Tersangka berani membayar mahal jasa seks Ika dengan harga Rp500 ribu per dua kali hubungan seks. AJA diketahui berprofesi sebagai penjual keripik usus. Dalam pengakuan langsungnya, Junaidi sering menyewa jasa seks Ika Puspita Sari lewat aplikasi MiChat.

“Saya sudah sering menggunakan aplikasi sosial media MiChat ini (untuk mencari jasa layanan seks),” kata dia di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (23/4/2020).

Namun, pemesanan yang terakhir kali dilakukan oleh pria warga Sampang, Madura ini berujung pembunuhan karena emosi dan sakit hati setelah diejek tak mampu membayar jasa layanan yang dipesannya.

“Kalau sama korban baru kenal pukul 12.00 WIB, Rabu kemarin. Itu saya pesan lewat MiChat. Saya emosi karena diejek dan melakukan (pembunuhan) itu,” ujarnya.

Pembunuhan Wanita di Apartemen Surabaya Berlatar Belakang Sakit Hati

Tersangka mengaku sakit hati dan emosi setelah korban mengejek dengan ucapan apabila tak mampu membayar pelayanannya tidak usah memesan. Di situ ia naik pitam dan melihat pisau berada di dekatnya lalu diambil dan langsung menganiaya korban sampai tewas.

Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho menjelaskan, pelaku awalnya meminta nego jasa seks yang ditawarkan oleh korban dengan harga Rp500 ribu untuk dua kali main. Korban Ika Puspita mengiyakan tawaran tersebut dengan syarat harus datang ke apartemennya di kawasan Jalan Darmo Permai III Surabaya.

“Korban menawarkan untuk datang ke apartemen untuk melaksanakan hubungan suami istri dengan tarif yang disetujui sebanyak dua kali. Korban di situ hanya mau sekali dengan bayaran yang dijanjikan,” kata Sandi.

Karena tak sesuai harapan dan keinginannya yang sudah dijanjikan, akhirnya pelaku mengambil sebilah pisau dapur milik korban dan melakukan penganiayaan dengan menggorok leher korban.

“Awal adanya percekcokan, pelaku menghabisi korban dengan sebuah pisau, pisau tersebut sudah ada di TKP. Dia melukai di bagian leher sebanyak tiga kali. korban juga sempat melawan karena luka di leher cakaran. Ini tasnya termasuk ada bercak darahnya,” jelas Sandi. (Ayojakarta.com)

Berikan Komentar:

Tags

Berita Terkait: