Nasional

Pegawai Honorer Tusuk Teman Sekantor Hingga Tewas di Palembang

Medan.top – Seorang pegawai honorer tusuk teman sekantor hingga tewas, karena sang istri digodai temannya tersebut dengan mengirimi gambar porno ke handphone istrinya.

Pelaku berinisial P alias A (41), tenaga honorer di Badan Pengawasan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Sumatera Selatan. Sedangkan korban diketahui bernama Ahmad Yoga Maydiko (33).

Informasi dihimpun, kejadian itu bermula saat korban sering menggoda istri pelaku yang juga honorer di BPKAD Sumsel. Tersangka P sempat berupa menegur korban untuk tidak lagi menggoda istrinya.

Bahkan, belakangan korban pun sempat mengirimkan gambar porno ke handphone istrinya itu hingga membuatnya marah.

“Saya sudah memohon agar tidak mengganggu istri saya sambil menangis. Tapi tetap dia lakukan,”kata Amos, saat berada di Polsek Ilir Timur 1 Palembang, Selasa (21/4/2020).

Amos mengaku, istrinya sudah digoda pelaku sejak Desember 2019 lalu baik secara langsung maupun melalui pesan WhatsApp. Selain itu, ia pun mencoba menegur korban secara baik-baik agar menjauhi istrinya tersebut.

“Korban bilang susah menjauhi istri saya karena satu kantor,” ujar pelaku.

Usaha pelaku untuk menegur secara baik-baik tak membuahkan hasil. Kesabaran pelaku pun akhirnya habis. Sekitar pukul 11.00 WIB, Amos memilih pulang ke rumah dan mengambil sebilah pisau. Pada 12.00 WIB, ia kembali ke kantor dan menemui korban. Tanpa basa-basi, Amos langsung menghujami korban dengan empat tusukan hingga akhirnya ia tewas ditempat.

“Kondisi kantor sepi, setelah itu saya langsung menyerahkan diri ke kantor Polisi,” jelasnya.

Tersangka Pegawai Honorer Tusuk Teman Sekantor Dikenai Pasal Pembunuhan

Sementara itu, Kapolsek Ilir Timur I Kompol Deni Triana mengatakan, motif pembunuhan tersebut lantaran korban sering menggoda istri korban. Dimana pelaku emosi akibat mendapati istrinya dikirimi gambar porno.

“Tersangka kesal, karena sudah berupaya dua kali minta maaf agar korban menjauhi istrinya tapi tetap digoda. Sehingga tersangka merencanakan membunuh korban,” jelas Deni.

Ia menerangkan, dari hasil pemeriksaan visum korban meninggal karena mengalami empat tusukan dari tersangka. Akibat perbuatannya tersebut, Amos pun diancam dikenakan pasal 340KUHP tentang pembunuhan.

“Tersangka mengintai korban dengan mengawasi dari CCTV kantor, saat kantor dalam keadaan sepi, tersangka langsung menusuk korban,” katanya. (Kompas)

Berikan Komentar:

Tags

Berita Terkait: