Nasional

Organ Vital Remaja di Bengkulu Dipotong Keluarga Pacar

Medan.top – Diduga masalah asmara, organ vital remaja di Bengkulu dipotong keluarga pacarnya setelah terlebih dahulu dianiaya.

Korban berinisial (RZ) warga Kelurahan Padang Harapan, Kota Bengkulu. Korban menjadi korban penganiayaan oleh pelaku MU, di sekitar Taman Wisata Alam (TWA) Pantai Panjang, Kamis (19/3/2020) siang.

Sempat melarikan diri setelah melakukan penganiayaan, keluarga pacar korban MU, warga Kecamatan Ratu Agung menyerahkan diri ke Polres Bengkulu.

Kasat Reskrim Polres Bengkulu AKP Indramawan Kusuma Trisna SIK membenarkan kasus organ vital remaja di Bengkulu dipotong tersebut. Saat ini terduga pelaku MU masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Sat Reskrim Polres Bengkulu.

“Iya pelaku sudah kita amankan, kita masih selidiki untuk memperdalam kasus ini,” jelas Kasat Reskrim Polres Bengkulu, AKP Indramawan Kusuma Trisna SIK.

Polres Bengkulu Masih Dalami Kasus Penganiayaan Korban

Kasus penganiayaan terhadap korban diketahui pertama kali oleh pegawai Resort TWA Pantai Panjang. Korban saat itu mendatangi resort dengan keadaan lemas dan berlumuran darah. Saat ditanya, korban hanya mengatakan baru saja dianiaya.

Melihat korban sangat memprihatinkan dipenuhi darah hampir di setiap badan, leher dan bagian bawah. Pihak resort langsung membawa korban ke RSUD M Yunus.

Tidak lama setelah korban sampai di rumah sakit, keluarga korban mendatangi TKP. Salah satu keluarga korban, AA mengatakan, korban sebelumnya berada di rumah, kemudian dijemput oleh pelaku.

Saat menjemput korban, pelaku mengatakan hendak menawarkan pekerjaan. Karena mendapat tawaran pekerjaan, korban akhirnya mengikuti pelaku. Tetapi setelah itu, korban malah dibawa ke TWA Pantai Panjang dan dianiaya. Selain kemaluannya dipotong, korban mengalami luka di bagian leher dan dada.

“Yang lakukan penganiayaan itu salah satu keluarga pacar korban. Tadi korban dijemput ke rumah katanya ada pekerjaan,” pungkas AA.

Saat ini kasus tersebut masih didalami Sat Reskrim Polres Bengkulu untuk mendalami motif penganiayaan sadis yang dilakukan pelaku terhadap korban RZ. (bengkuluekspress.com)

Berikan Komentar:

Tags

Berita Terkait:

Back to top button
Close