Nasional

Disangka Burung, Seorang Anak Ditembak Ayahnya Hingga Tewas

Medan.top – Seorang anak ditembak ayahnya hingga tewas di Kalimantan Barat karena sang ayah mengira anaknya tersebut adalah burung, pada Kamis (16/4/2020) malam.

Polsek Batu Ampar, Kubu Raya, Kalimantan Barat membenakan kasus anak ditembak ayahnya. Dan akhirnya berhasil mengamankan tersangka Ykb warga Batu Ampar.

“Anggota kita di Polsek Batu Ampar telah mengamankan tersangka Ykb yang menembak anaknya sendiri dengan menggunakan senapan angin. Kejadiannya pada Kamis sore tadi dan tersangka diamankan pada pukul 17.30 WIB tadi,” kata Kapolres Kubu Raya AKBP Yani Permana, di Sungai Raya.

Dia mengatakan, saat ini pihak kepolisian di Batu Ampar sedang memproses kasus tersebut untuk menggali informasi lebih jauh dari tersangka.

Namun, berdasarkan keterangan tersangka Ykb sementara ini, mengatakan bahwa dirinya menembak anaknya karena mengira anaknya itu adalah burung.

“Kronologi kejadian penembakan terhadap anak di bawah umur ini sekitar pukul 17.30 WIB, pada waktu itu korban sedang berada di atas pohon memasang perekat burung. Saat memasang perangkap burung itulah, bapaknya ini menyangka anaknya adalah burung yang sedang bertengger di atas pohon,” katanya pula.

Tersangka Menyerahkan Diri ke Polsek Batu Ampar

Tersangka lalu buru-buru mengambil senapan angin dan menembaknya dari bawah. Akibat tembakan tersebut, anaknya kemudian terjatuh dan meninggal dunia.

Namun, saat tertembak itu, anaknya berteriak, sehingga dirinya baru sadar kalau yang ditembak itu adalah anaknya sendiri. Ykb kemudian cepat memanggil istrinya untuk memberikan pertolongan, namun anaknya tidak tertolong dan meninggal dunia.

“Tersangka kemudian menyerahkan diri ke Polsek Batu Ampar dan langsung kami proses,” kata Yani.

Ia melanjutkan bahwa pelaku saat ini tengah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, dan pelaku akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Pelaku akan kami kenakan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dan akan dilapis dengan UU Perlindungan Anak, karena korban merupakan anak di bawah umur,” katanya lagi. (Antara)

Berikan Komentar:

Tags
Back to top button
Close