MedanTop

Tolak Bayar Makan di Cafe, Mandor Angkot Tewas Dikeroyok di Medan

Medan.top – Seorang mandor angkot tewas dikeroyok massa diduga karena korban menolak membayar makanan di sebuah cafe, Rabu (29/1/2020) dini hari.

Peristiwa tersebut terjadi saat korban Abadi Bangun (42) warga Jalan Starban, Gang Lurah, Kecamatan Medan Polonia, mendatangi Cafe Delicious Mie Aceh Baru, milik Wahyu (38).

Setelah berada di cafe, korban memesan makanan kepada pemilik cafe. Setelah makanan diantar dan habis disantap, korban lantas pergi begitu saja tanpa membayar makanan tersebut.

Melihat korban pergi tanpa membayar, pemilik cafe memanggil korban dan memintanya untuk membayar. Namun permintaan pemilik cafe ini membuat korban marah sehingga terjadi cekcok mulut. Korban semakin emosi dan langsung mengeluarkan senjata tajam langsung melakukan pembacokan kepada pemilik cafe.

Warga sekitar dan pekerja cafe yang melihat aksi arogan korban, langsung menghakimi korban hingga tewas. Sementara rekan korban yang mengetahui korban dikeroyok di cafe yang berada di Jalan Pasar Baru, Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan langsung melakukan penyerangan balik.

Pekerja cafe yang kalah jumlah dengan rekan-rekan korban kemudian berlari menyelamatkan diri, sementara cafe hancur dirusak.

Polrestabes Medan Amankan Beberapa Orang Terkait Kasus Pengeroyokan

Petugas kepolisian Polrestabes Medan yang mendapatkan informasi peristiwa tersebut tiba di lokasi dan langsung membawa korban ke RS Bhayangkara Medan guna perawatan medis. Namun, setelah dilakukan perawatan oleh dokter, nyawa korban tidak bisa diselamatkan.

Sementara warga sekitar yang bekerja sebagai supir angkot bermarga Ginting mengaku, kalau korban bekerja sebagai mandor angkot (angkutan kota) PT Rahayu yang kerap mangkal di Jalan Jamin Ginting, Pasar 3 Medan.

“Sewaktu kejadian saya tidak tahu bang, saya hanya tahu setelah kejadian kalau mandor angkot Rahayu bang Bangun tewas karena dikeroyok di cafe. Kalau jalan ceritanya saya tidak tahu,” jelas Ginting.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Maringan Simanjuntak ketika dikonfirmasi Kamis 30/1/2020) pagi, membenarkan adanya mandor angkot tewas dikeroyok massa tersebut.

“Benar. Dalam kasus ini ada beberapa orang yang kita amankan yang kini masih dalam pemeriksaan,“ terangnya sembari menambahkan kalau yang diamankan itu statusnya masih sebagai saksi.

Kontributor : Deno Barus

Berikan Komentar:

Tags

Berita Terkait: