MedanTop

“Nilai-nilai Kesehatan Harus Kembali pada Fitrahnya”

Medan – Medan.Top | Memperingati Hari Bhakti Dokter Indonesia ke-110 dan Milad PDUI ke-10, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengaku prihatin. Sebab, pemerintah justru mengkapitalisasikan nilai-nilai kesehatan tersebut.

Hal itu dikatakan Ketua IDI Sumut dr Edy Ardiansyah SpOG (K), didampingi Ketua IDI Medan dr Wijaya Juwarna SpTHT-KL, Ketua PDUI Sumut dr Dedy Irawan Nasution kepada wartawan dalam acara berbuka puasa bersama, di Hotel Grand Kanaya Medan, Minggu (10/6) sore.

Dokter Edy menambahkan, dalam memperingati Hari Bhakti Dokter Indonesia, dalam bahasa Indonesia, berbakti berarti memajukan bangsa. Dan ini telah dilakukan para dokter sejak tahun 1908. “Dalam hal ini, bukan hanya kesehatan saja yang dimajukan para dokter, tetapi cara berpikirnya anak bangsa mencapai kemerdekaan, sehingga semua unsur dan aspek kehidupan dapat dirasakan merdeka, dan inilah bentuk kesehatan bangsa,” ujar dr Edy.

Dokter saat itu, lanjutnya, dalam pembuktiannya berperan menanamkan Dharma Baktinya di dalam mencapai kemerdekaan, meski membutuhkan waktu hingga tahun 1945, dalam pengumuman Proklamasi. Di dalam sejarahnya, perjuangan dokter ada turun naiknya. Pada zaman awal kemerdekaan, kesehatan itu diutamakan, sesuai yang ada, termasuk di UUD 1945, dan dijabarkan lagi GBHN. Namun, pada perkembangan sekarang, mencapai satu abad, mungkin banyak hal yang perlu ditolerir.

“Karena kita sudah melupakan bahwa nilai kesehatan bukan bagian swasta, bukan bagian kapitalis. Tetapi nilai-nilai kesehatan bagian dari tonggak perjuangan kemerdekaan ini. Salah satunya, mulai dari keamanan, pendidikan dan kesehatan, itu tidak bisa dilepas secara kapitalis. Karena itu, kita kembali ke fitrahnya, kita berharap agar para petinggi negara menyadari kesehatan bagian terpenting yang tidak kalahnya dari bagian lain pengisi pembangunan ini,” tegasnya.

Berikan Komentar:

1 2 3Laman berikutnya
Tags
Back to top button
Close