MedanTop

Dua Bulan Buron, Pengeroyok Mahasiswa Nommensen Ditangkap

Medan.top – Setelah kurang lebih dua bulan diburon, personil Sat Reskrim Polrestabes Medan bekuk pelaku pengeroyok mahasiswa Nommensen hingga tewas.

Tersangka EPP alias EK, salah satu pelaku pengeroyok Rojer Siahaan (21) saat tawuran mahasiswa di Universitas HKBP Nommensen,Jumat (22/11/2019) lalu.

Tersangka merupakan warga asal Lumban Baringin Desa Pardede Onan Kecamatan Balige Kabupaten Toba Samosir. Diketahui juga, tersangka merupakan mahasiswa Fakultas Teknik Elektro yang tak lain adalah teman satu almamater korban di Universitas HKBP Nomensen Medan.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Maringan Simanjuntak, Jum’at (24/1/2020) mengungkapkan, penangkapan tersangka, dari hasil penyelidikan polisi.

Penyelidikan ini terkait pengembangan kasus pengeroyokan menewaskan korban dalam peristiwa tawuran antar mahasiswa dipicu saling ejek pasca pertandingan futsal tersebut. Pihak kepolisian selanjutnya mendapat informasi keberadaan tersangka EPP yang sempat kabur ke beberapa lokasi dalam upaya persembunyiannya tersebut pada, Rabu (22/1/2020) kemarin.

“Informasi itu langsung ditindaklanjuti tim dengan meluncur ke lokasi persembunyian tersangka. Polisi berhasil mengamankan tersangka yang bersembunyi di rumah kerabatnya di Desa Salak kawasan Pak Pak Barat,” ujar Maringan, Jum’at (24/1/2020).

Usai diamankan lanjut Maringan, tersangka kemudian digelandang petugas dari lokasi penangkapan menuju mapolrestabes Medan guna diproses hukum lebih lanjut. Tersangka EPP merupakan salah satu dari beberapa orang tersangka yang terlibat langsung melakukan pengeroyokan dan penikaman terhadap korban saat tawuran antar mahasiswa itu terjadi di kampus Nommensen pada, Jumat (22/11/2019) lalu.

Polisi Sebelumnya Telah Amankan Tiga Pelaku Pengeroyok Mahasiswa Nommensen

Sebelumnya pihak kepolisian bahkan telah mengamankan tiga tersangka lain yang terlibat atas peristiwa yang menewaskan korban tersebut. Ketiga tersangka yang kini tengah menjalanin proses hukum itu diantaranya RS, MS dan EKS yang merupakan mahasiswa Universitas HKBP Nommensen.

“Sampai saat ini sudah empat tersangka yang ditangkap berkaitan kasus yang menewaskan korban itu. Selanjutnya kasus ini masih terus didalami untuk mengungkap lebih jauh adanya keterlibatan tersangka lain. Mereka yang ditangkap dikenakan Pasal 338 subs pasal 170 ayat (2) ke 3e yo pasal 351 ayat (3) KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, saat peristiwa terjadi korban Rojer Siahaan (21) bersama beberapa orang temannya yang merupakan mahasiswa Fakultas Teknik Pertanian Universitas HKBP Nomensen sedang berkumpul di taman yang berada di dalam areal kampus.

Namun secara tiba-tiba kelompok mahasiswa dari Fakultas Teknik Elektro melakukan penyerangan terhadap kelompok mahasiswa fakultas Pertanian. Para pelaku bersama kelompoknya kemudian mengejar korban sembari melempari batu.

Korban yang saat itu tersudut di areal parkir gedung fakultas kedokteran kemudian tertangkap oleh para pelaku. Para pelaku kemudian menganiaya korban yang tak berhasil kabur menggunakan kayu dan besi. Korban yang sudah terkapar bahkan ditusuk menggunakan senjata tajam jenis samurai.

Meski sempat berupaya dilarikan ke Rumah sakit, namun nyawa korban tak berhasil diselamatkan. Korban dinyatakan telah meninggal dunia saat tiba di rumah sakit karena luka tusuk dan hantaman benda tumpul di sekujur tubuhnya.

Kontributor : Abimanyu

Berikan Komentar:

Tags

Berita Terkait:

Back to top button
Close