Lifestyle

Vulgar dan Sadis, ini 4 Film Horor yang Dilarang Tayang di Indonesia

Medan.top – Para penggemar film horor sepertinya harus banyak bersabar, karena tontonan kesukaan mereka banyak yang dilarang tayang di Tanah Air.

Tak lain dan tak bukan karena banyak adegan dalam film-film tersebut yang menampilkan adegan kekerasan dan seksual yang berlebihan.

Akibatnya, Lembaga Sensor Film (LSF) di Indonesia tak akan memberikan jalan bagi film horor jenis ini untuk dikonsumsi masyarakat, alias dicekal.

Tak hanya di Indonesia, dan tak hanya film horor. Negara-megara lain pun biasanya melarang sebuah film jika di dalamnya terdapat hal-hal yang tak sesuai dengan norma dan kesusilaan yang berlaku di negara tersebut.

Apa saja film horor yang dilarang tayang di Indonesia? Ini 4 di antaranya.seperti dikutip dari Cokelat.co.

1. Suspiria (2018)

Suspiria merupakan salah satu film horor yang menggabungkan unsur supernatural dan seni di dalamnya. Kisahnya berfokus pada sebuah perusahaan baru di bidang seni tari yang dihantui oleh kegelapan.

Terlepas dari ulasannya yang cukup negatif serta dicekal di beberapa negara, Suspiria mendapatkan tayang pada festival film tertua di dunia, yakni Festival Film Venice.

Meski dibintangi aktris Hollywood kenamaan seperti Dakota Johnson, Tilda Swinton, dan Chloë Grace Moretz, ternyata tak membuat film horor ini dengan mudahnya tayang di Indonesia.

Padahal, Suspiria sempat masuk situs LSF dan direncanakan hadir di sejumlah bioskop Tanah Air pada 2018 lalu. Sayang, film ini akhirnya batal tayang, lagi-lagi karena adegannya yang terlalu vulgar sekaligus sadis.

2. I Spit on Your Grave (2010)

I Spit on Your Grave merupakan remake dari film horor kontroversial berjudul sama yang dirilis pada 1978. Berbeda dengan beberapa film sebelumnya yang masih bisa dapat pujian meskipun dilarang tayang di Indonesia, I Spit on Your Grave keluaran 2010 ini justru hanya mendapat skor 32% di Rotten Tomatoes.

Bahkan, film ini mengalami kerugian yang sangat besar. Dari modal produksi sebesar US$2 juta (sekitar Rp28,1 miliar) film ini hanya mampu meraup US$572.809 (sekitar Rp8 miliar).

Awalnya, film horor gore yang satu ini direncanakan tayang di Indonesia pada 2010 silam. Poster-poster dari film I Spit on Your Grave bahkan sudah dipasang di beberapa bioskop Tanah Air.

Namun, pada akhirnya film garapan Steven R. Monroe tersebut enggak berhasil lulus sensor di LSF. Pasalnya, film ini menampilkan sejumlah momen yang keji serta ada juga adegan telanjang dan pemerkosaan secara frontal.

3. Teeth (2007)

Storyline film horor yang satu ini berfokus pada seorang wanita yang memiliki kelainan bernama vagina dentata atau vagina yang memiliki gigi. Hal ini membuat para pria hidung belang yang mencoba memperkosa sang cewek tewas dengan alat vital mereka yang terpotong.

Melihat plot yang bikin ngilu serta vulgar tersebut, maka tak mengherankan apabila LSF segera mencekal film Teeth untuk tayang di bioskop-bioskop Tanah Air. Terlepas dari kontroversinya tersebut, ternyata film horor ini mendapatkan ulasan yang cukup positif dari para kritikus, tepatnya sebesar 80% di Rotten Tomatoes.

Selain itu, Teeth juga sempat ditayangkan pada Sundance Film Festival, salah satu ajang paling bergengsi di industri perfilman. Bahkan, aktris Jess Weixler yang berperan sebagai wanita dengan kelainan vagina di filmnya berhasil menyabet piala Special Jury Prize di ajang tersebut berkat aktingnya yang luar biasa.

4. Antichrist (2009)

Sama seperti Teeth, film horor yang satu ini juga dipuji oleh kritikus meskipun dilarang tayang di beberapa negara. Itu terbukti dari ditayangkannya Antichrist di Cannes Film Festival dan menjadi salah satu kandidat untuk memenangi piala paling bergengsi di acara tersebut, yakni Palme d’Or.

Bahkan, jurnalis surat kabar The Sunday Telegraph, Anita Singh, menyebut film ini sebagai “Film paling mengejutkan dalam sejarah Cannes Film Festival”. Tak sampai di situ, Antichrist juga berhasil memenangi 18 piala dari 27 nominasi yang didapatkannya pada berbagai macam penghargaan.

Faktor yang membuat film horor ini dicekal oleh beberapa negara, termasuk Indonesia, secara garis besar adalah dari segi jalan ceritanya. Itu karena tema film yang disutradarai oleh Lars von Trier dan dibintangi aktor kenamaan Hollywood, Willem Dafoe, ini dianggap mengolok-olok agama.

Selain itu, Antichrist juga menghadirkan sejumlah adegan seksual yang ditampilkan secara frontal. Kalau sudah begitu, jangan heran jika film ini dilarang tayang di Indonesia. (BS/AW)

Artikel ini telah tayang di Cokelat.co, untuk membaca artikel aslinya klik di sini

Berikan Komentar:

Tags