Lifestyle

Ngeri, Menonton Drama Korea di Negara ini akan Dihukum Mati

Medan.top – Beruntunglah kamu yang gemar dan bebas menonton drama Korea Selatan (Drakor), karena di negara lain, jika menontonnya, kamu akan dihukum mati.

Menonton drama Korea memang menyenangkan, tapi di Korea Utara (Korut) siapa yang ketahuan menonton akan dihukum mati. Ngeri.

Demam Drakor tidak hanya melanda Indonesia. Di beberapa negara, drama tersebut juga menjadi favorit, termasuk Korea Utara.

Namun sial, mereka tidak bisa dengan bebas menyaksikannya. Karena, Pemimpin Korut Kim Jong Un melarang warganya untuk menonton Drakor.

Pemimpin berwajah chubby itu bakal memberi hukuman berat bagi warganya yang ketahuan berbicara mengenai hal tersebut.

Dikutip surat kabar New York Post dari Radio Free Asia (RFA), Senin (27/7/2020), ada sebuah video yang menampilkan penangkapan warga Korea Utara. Mereka ditangkap dan diinterogasi karena berbicara dan menulis mengenai Korea Selatan.

“Menurut suara orang di video itu, 70 persen penduduk di seluruh negeri (Korut) menonton film dan drama Korea (drakor),” kata seorang penduduk di Provinsi Hamgyong Utara kepada RFA.

Kim Jong-Un menurutnya sudah merumuskan hukuman untuk warganya yang melanggar aturan mengenai drama Korea itu. Ia juga bakal menanamkan lagi pendidikan ideologis kepada warganya.

“Pihak berwenang akan memanfaatkan berbagai teknik, termasuk hukuman yang lebih berat, bersama dengan proyek-proyek pendidikan ideologis, untuk mencegah penyusupan lebih lanjut dari budaya Korea Selatan,” katanya

Akan dihukum mati

Berdasarkan catatan, pada 2013, Korea Utara juga mengeksekusi mati 80 orang yang kedapatan menyaksikan dan menyelundupkan sajian drama dari Korea Selatan.

Surat kabar Korsel, JoongAng Ilbo, mengutip seorang sumber dari otoritas Korut yang mengklaim dekat dengan kementerian dalam negeri Korut, menyebut, 80 warga Korut dieksekusi mati pada awal bulan lalu.

Saksi mata yang dikutip oleh sumber tersebut menuturkan, otoritas setempat mengumpulkan 10 ribu warga di stadion besar di kota pelabuhan Wonsan untuk menyaksikan eksekusi mati 8 orang.

Eksekusi tersebut dilakukan oleh tim regu penembak. Keterangan sumber tersebut dibenarkan oleh seorang warga Korut yang kini telah membelot ke Korsel.

Kebanyakan mereka yang dihukum karena menonton drama Korea yang dinyatakan ilegal. Sedangkan beberapa orang lainnya dihukum mati karena terlibat prostitusi.

Secara terpisah, situs yang dijalankan oleh kelompok pembelot Korea Utara bernama North Korea Intellectual Solidarity, membenarkan adanya pelaksanaan eksekusi mati di hadapan publik pada akhir 2013.

“Rezim jelas-jelas takut akan adanya perubahan dalam pola pikir masyarakat dan untuk mencegahnya mereka berusaha menakuti orang-orang,” kata mereka.

Menonton film ataupun serial televisi asing, terutama yang berasal dari Korsel merupakan pelanggaran serius di Korut. Namun demikian, peredaran dan praktik penyelundupan film semacam itu semakin lama semakin canggih.

Sebagai informasi, hubungan Korut dan Korsel memang tak pernah akur sejak berakhirnya Perang Korea. Utara dan Selatan berselisih karena memiliki ideologi yang berbeda. (New York Post/AW)

 

Berikan Komentar:

Tags

Berita Terkait:

Back to top button
Close