Lifestyle

Bersuara Seksi, Demi Moore Didaulat jadi Bintang Podcast Dirty Diana

Medan.top – Bintang Hollywood Demi Moore sengaja dipilih untuk menjadi bintang dalam Podcast berjudul Dirty Diana karena suaranya yang seksi.

Demi Moore popularitasnya merokte setelah membintangi film Ghost. Dalam film tersebut ada adegan sensual yang ia perankan dan dia terlihat pantas memerankannya.

Selain berparas cantik dan berbodi molek, mantan istri Bruce Willis ini juga memiliki suara yang indah. Keindahan suaranya itu telah diakui publik sejak Moore masih remaja.

“Salah satu pekerjaan pertama sebagai remaja perempuan adalah saya bekerja untuk agen penagih,” kata Moore seperti dikutip dari Variety, Kamis (23/7/2020).

Kala itu Moore harus menelepon orang-orang yang utangnya telah jatuh tempo. Pekerjaan itu ia jalani saat berusia 14 atau 15 tahun. Dia mengaku saat itu banyak orang berkomentar nyinyir mengenai suaranya dan ia belum sadar mengapa mereka membicarakannya di belakangnya.

“Saya tahu suara saya sedikit rendah,” kata Moore sembari mengenang masa itu. Akan tetapi, ia tidak berpikir kalau suaranya itu seksi.

Dia hanya berpikir suaranya menjadi seperti itu karena pernah menjadi cheerleader dan mesti berteriak untuk menyemangati orang. Dia juga sempat berpikir bahwa suaranya menjadi seperti itu karena semasa remaja ia gemar merokok.

Fantasi penting dalam berkarya

Suara perempuan kelahiran 1962 iru masih terdengar seksi hingga sekarang. Tidak heran kalau sutradara Shana Feste memilih Demi Moore untuk membacakan naskah erotis karyanya dalam podcast yang berjudul Dirty Diana.

Terinspirasi oleh pernikahannya sendiri, Feste, putus lalu bersatu kembali dengan suaminya sekitar satu dekade lalu, Dirty Diana pun dibuat.

Dirty Diana dibintangi Moore yang berperan sebagai corporate executive yang mengangkat rahasia hidup dan hubungan seksualnya. Moore menjadi host sebuah website yang menampilkan rekaman perempuan-perempuan dengan fantasi seksual mereka.

Epidose baru Dirty Diana diproduksi startup podcast dan media QCode dan dirilis setiap Senin mulai 17 Agustus 2020. Podcast ini tersedia di platform milik Apple platform besar lain.

Podcast menjadi pilihan lantaran memberi kebebasan berimajinasi, termasuk dalam hal fantasi seksual. Bagi Feste, fantasi merupakan bagian penting dalam berkarya.

Alasan lain, podcast juga memiliki banyak peminat sehingga Feste berusaha memenuhi kebutuhan para pengguna dengan menghadirkan Dirty Diana. (Suzan)

Artikel ini telah terbit di Cokelat.co, untuk membaca artikel aslinya klik di sini

Berikan Komentar:

Tags

Berita Terkait:

Back to top button
Close