KesehatanKuliner

Kerap Dihindari, Bintik Cokelat pada Pisang Ternyata Bermanfaat

Medan.top – Baru melihatnya saja terkadang orang sudah langsung menghindar. Tapi ternyata, bintik cokelat pada pisang itu merupakan indikator kelezatan.

Pisang seperti tidak mengenal musim. Buah berkulit kuning tua ini hampir selalu ada sejak Januari hingga Desember. Dibandingkan buah lain, pisang juga memiliki harga yang lebih terjangkau dan dapat diolah menjadi berbagai jenis kudapan.

Sebut saja, pisang goreng, pisang bakar, sampai kolak yang banyak dijumpai di bulan Ramadan seperti sekarang. Pisang adalah buah kaya potassium dan efektif melancarkan pencernaan. Itulah sebabnya dokter kerap menyarankan pasien penderita sembelit untuk mengonsumsinya.

Pisang yang sedang tren adalah cavendish. Jenis ini disukai karena tampilannya yang mulus. Warna kuning pada kulitnya juga nyaris tidak disertai bintik cokelat.

Bintik cokelat pada pisang seringkali dihindari orang. Padahal, tahukah kamu, cita rasa manis pada pisang justru mencapai puncaknya saat kulitnya didominasi bintik cokelat. Namun sayang, semakin cokelat kulit dan buahnya, daging pisang menjadi terlihat seperti memar dan teksturnya juga lebih lembek.

Tahapan perubahan warna kulit pisang

Untung saja, kulit pisang tidak lekas berubah warna menjadi kecokelatan sehingga kamu bisa menyetoknya di luar kulkas sampai satu minggu.

Ada beberapa tahapan sebelum kulit pisang berubah cokelat. Pertama, kulit pisang berwarna hijau. Ini artinya pisang masih muda. Biasanya pisang berkulit hijau masih terasa kesat di lidah. Warna kehijauan berasal dari klorofil, molekul pada tanaman yang berperan dalam proses fotosintesis.

Setelah itu, terjadi proses pematangan pisang. Kulitnya berubah dari hijau menjadi kuning, lalu kuning kecokelatan. Perubahan warna dipengaruhi oleh senyawa bernama gas ethylene.

Seperti dilansir Britannica.com, ethylene adalah asam dalam buah yang mulai pecah dan membuat buah menjadi lebih lembut serta menggantikan pigmen klorofil. Jadi tidak heran kalau pisang yang sudah matang warna kulitnya tidak lagi hijau dan rasanya tidak lagi sepat dan asam.

Tidak seperti buah lain yang hanya mengandung sedikit ethylene saat matang, pisang memproduksi ethylene dalam jumlah banyak. Kadar ethylene yang tinggi menyebabkan pigmen kuning pada pisang mulai dilengkapi bintik-bintik kecokelatan yang disebut proses pematangan enzimatis.

Jadi, tidak ada masalah dengan kulit pisang yang berbintik cokelat. Justru, pisang terasa lebih manis saat bintik cokelat bermunculan. (Soun Sorya)

 

Berikan Komentar:

Tags