Kuliner

Gonggong, Seafood Khas Pulau Bintan yang Kaya Nutrisi

Medan.top – Gonggong adalah sejenis siput atau kerang laut yang menjadi hidangan khas di Pulau Bintan, Kepulauan Riau.

Gonggong menjadi kuliner khas karena produksinya berlimpah. Nelayan biasanya mendapatkannya dari perairan laut Kepulauan Bintan.

Di Jalan Sabang, Jakarta, pernah ada warung tenda yang menawarkan sajian berbahan dasar gonggong. Sayang, warung tenda itu kini tidak buka lagi.

Maka, rindu akan biota laut endemik hanya terobati kala berkunjung ke Pulau Bintan atau kepulauan lain yang menyajikan santapan berbahan gonggong.

Bentuknya mirip seperti siput. Begitu pula teksturnya saat disantap. Warga Jawa Barat yang rajin menyantap tutut pasti bisa membayangkan tekstur gonggong. Kenyal, tetapi mudah digigit.

Sebelum dimakan, kamu harus mengeluarkan dahulu daging gonggong dari cangkangnya. Resto yang menawarkan gonggong biasanya menyediakan tusuk gigi.

Di sinilah seninya. Gunakan tusuk gigi itu untuk mengeluarkan daging gonggong. Setelah buntutnya keluar sedikit, tarik agar seluruh daging keluar dari cangkang.

Gonggong di Bintan biasa dimasak dengan bumbu lada hitam, saus tiram, atau siraman saus kacang. Menu paling sederhana ialah gonggong rebus yang disantap dengan saus asam manis. Mirip seperti saat kamu menikmati kerang rebus yang dicocol dengan saus tomat dan parutan nanas.

Lezat dan kaya nutrisi

Diolah dengan hanya direbus dengan garam dan bumbu sederhana pun, gonggong sudah terasa lezat dan gurih. Namun, tidak semua gonggong enak. Hanya jenis tertentu yang mampu menghadirkan cita rasa lezat saat dimakan.

Misalnya, gonggong cangkang tipis, ayam, cangkang tebal dan merah cangkang tebal. Setiap gonggong memiliki ciri khas masing-masing.

Gonggong cangkang tipis berwarna putih. Gonggong ayam, berwarna hitam dan berukuran kecil. Gonggong juga sarat nutrisi.

Data dinkesbabar.org menyebutkan setiap 100 gram gonggong terdapat 4,1% karbohidrat dengan nilai gizi 1,4 kalori, 31,19 protein dengan nilai gizi 124,8 kalori, dan 24,9% lemak dengan nilai gizi 224,1 kalori.

Kandungan lemak pada gonggong perlu mendapat perhatian kamu yang menghindari makanan berkolesterol tinggi.

Selain enak dimakan, gonggong juga merupakan ikon Kota Tanjung Pinang. Seperti Keong Mas di Taman Mini Indonesia Indah, di sana pun ada gedung yang dirancang menyerupai gonggong.

Penasaran? Kamu bisa berkunjung ke sana setelah pandemi virus corona berakhir.  (Suzan)

Artikel ini telah terbit di Cokelat.co, untuk membaca artikel aslinya klik di sini

Berikan Komentar:

Tags

Berita Terkait: