Kesehatan

Tak Hanya Mengatasi Dehidrasi, Air juga Berfungsi untuk Meredakan Amarah

Medan.top – Air ternyata bukan hanya berguna mengatasi dehidrasi, tetapi juga meredakan amarah. Hal itu dipaparkan oleh Personal Excellence Trainer, Rima Olivia.

Lantas, apa hubungannya antara air dengan meredakan amarah? Peneliti Harvard University menemukan bahwa ada perubahan produksi saliva atau air liur saat marah.

Ketika marah, mulut menjadi asam. Salah satu cara mengatasinya ialah dengan berkumur dan minum air. “Kumur-kumur membuat mulut kita tak lagi asam,” terang Rima.

Studi juga menunjukkan, tatkala tubuh terhidrasi, seluruh organ penting dalam tubuh seperti otak, jantung, dan paru-paru bekerja optimal.

Menurut Amanda Carlson, director of performance nutrition di Athlete’s Performance, minum air setengah liter dapat menurunkan kadar kortisol dalam tubuh

Menurut Rima, kortisol adalah hormon stres. Berada dalam kondisi hidrasi yang baik akan membuat kamu mudah mengendalikan kemarahan yang memicu stres.

Tahan Amarah

Rima memaparkan pula bahwa orang yang mudah melampiaskan amarahnya adalah orang yang lemah. Ia menyarankan agar kamu bisa mengendalikan amarah. Sebab, kemarahan bisa membahayakan kehormatan diri dan orang lain.

Dalam jurnal yang diterbitkan di scholar.harvard.edu diungkap pula bahwa kemarahan dapat mengaktivasi kecenderungan menghukum dan penurunan jumlah pertimbangan dalam pengambilan keputusan.

Itulah sebabnya kamu disarankan tidak mengambil keputusan dalam keadaan marah. Kemarahan juga bisa membuat kita menjadi orang yang ‘berbeda’.

Menurut Dr Joshua Klapow, adalah reaksi fisiologis dan psikologis intens yang membuat kita keluar dari kebiasaan. Bahkan, terlihat seperti kesurupan.

Kepribadian tidak stabil, mudah melampiaskan marah merupakan salah satu tanda orang yang mudah kesurupan.

Bukan hanya amarah yang berbahaya. Memori tentang pengalaman kemarahan di masa lalu juga dapat menurunkan immunoglobin selama 6 jam dalam darah.

Kemudian 2 jam setelah serangan kemarahan, risiko terkena serangan jantung meningkat dua kali lipat. Lantas, terdapat 3 kali lipat risiko stroke dari sumbatan atau pecahnya pembuluh darah selama 2 jam setelah melampiaskan amarah.

Pria dengan kemampuan mengelola kemarahan yang rendah juga kapasitas paru-parunya menurun secara signifikan sehingga meningkatkan gangguan pernapasan.

Kamu tidak mau mengalami hal seperti itu kan? Mulai sekarang berlatihlah mengendalikan amarah. (Suzan)

Artikel ini telah terbit di Cokelat.co, untuk membaca artikel aslinya klik di sini

Berikan Komentar:

Tags

Berita Terkait:

Back to top button
Close