Kesehatan

Sering Merasa Gatal setelah Mandi? Bisa jadi Alergi Air

Medan.top – Pernahkah kamu merasakan gatal sehabis mandi? Waspadalah, bisa jadi kamu sedang mengalami alergi air. Meski jarang, tetapi hal ini dapat terjadi.

Baru saja selesai mandi, kulit Merry mendadak gatal. Kulit wajahnya pun terlihat seperti terbakar dan merah.Gejala gatal biasanya mereda sekitar 30-60 menit setelah mandi dan tubuh kering.

Kejadian itu telah bertahun-tahun terjadi pada wanita 44 tahun itu. Setelah konsultasi dengan dokter kulit, akhirnya penyebabnya diketahui. Rupanya Merry alergi air.

Meski terlihat sepele, ruam yang muncul saat alergi dapat membuat Merry menjadi kurang percaya diri. Apalagi jika harus bertemu klien dengan wajah merah seperti terbakar cahaya matahari. Alergi air disebut pula aquagenic urticaria. Penyebabnya bisa air hujan, air di kolam renang, air keran, bahkan keringat.

Dikutip Medan.top dari situs web sciencealert.com disebutkan bahwa penderita alergi air kebanyakan perempuan dan dalam masa pubertas. Pada 2013 ada seorang remaja di Amerika Serikat bernama Alexandra Allen yang didiagnosis terkena aquagenic urticarial.

Akibat alergi air tersebut, ia hanya diperbolehkan mandi air dingin 5 menit dua kali seminggu, memotong pendek rambut, dan menjadi vegetarian agar tubuhnya memproduksi lebih sedikit minyak. Pada kasus tertentu, penderita aquagenic urticarial juga tidak diperbolehnya mengonsumsi buah dan sayur berkadar air tinggi.

Belum ditemukan obatnya

Kasus alergi air pertama didokumentasikan pada 1963. Saat itu ada remaja perempuan berusia 15 tahun yang terkena alergi setelah main ski. Hasil diagnosis dokter menunjukkan ia memiliki kulit yang sensitif terhadap air. Alerginya tersebut dimanifestasikan dalam bentuk gatal.

Gejala alergi muncul karena ada pelepasan histamin dalam tubuh. Saat terkena alergi, sistem kekebalan tubuh melepaskan histamin sebagai respon untuk melawan zat berbahaya. Setelah itu, histamin memicu gejala alergi.

Pada kasus yang parah, alergi ini dapat muncul sesaat setelah meminum air putih ketika haus. Gejalanya juga bisa saja parah, yaitu sulit menelan dan sesak napas. Hingga saat ini belum ada obat untuk menyembuhkan aquagenic urticarial.

Namun, pencegahan alergi air dapat dilakukan dengan memberi antihistamin. Obat-obatan antihistamin ini biasanya hanya dapat dibeli dengan resep dokter. Bagi yang gejalanya parah seperti sesak napas, dokter kerap merekomendasikan injeksi epinefrin yang berguna meningkatkan tekanan darah. Tujuannya untuk meredakan gatal-gatal dan pembengkakan.

Berhubung aquagenic urticarialr dapat berulang, maka tindakan pencegahan menjadi penting. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan ialah tidak mandi terlalu lama dan menghindari tubuh berkeringat. (Soun Sorya)

Berikan Komentar:

Tags

Berita Terkait: