Kesehatan

Sering Kena Flu dapat Menghindarkanmu dari Covid-19 yang Parah

Medan.top – Ada sedikit kabar baik bagi Anda yang sering terkena flu, karena hal itu dapat menghindarkanmu dari serangan virus corona (Covid-19) yang parah.

Dikutip dari Cokelat.co, Jumat (3/7/2020), di tahap-tahap awal, memang ada sedikit kemiripan gejala antara flu biasa dengan Covid-19, semisal demam, batuk, dan pilek.

Para ilmuwan mengungkap bahwa ada kaitannya akan Riwayat seseorang yang sering terkena flu biasa bisa lebih kuat menghadapi serangan virus corona.

Dalam studi terbaru ditemukan bahwa sering terserang flu biasa dapat menghindarkanmu dari Covid-19. Orang yang sebelumnya sering terserang flu biasa beberapa kali memiliki perlindungan terhadap Covid-19 yang akut.

Studi yang dipimpin oleh para peneliti Jerman ini berfokus pada jenis kekebalan lain selain antibody. Dan mereka menemukan bahwa kekebalan sel T muncul lebih umum di antara pasien yang terinfeksi.

Studi tersebut juga menyebutkan bahwa 8 dari 10 orang yang tidak terinfeksi virus corona memiliki tingkat perlindungan karena memiliki Riwayat pilek atau flu berulang di masa lalu.

Hal menarik lainnya, para peneliti juga menemukan bahwa pasien Covid-19 dengan gejala ringan telah mengembangkan respons imun aktif meski mereka tampaknya tidak memiliki respons antibodi yang kuat.

Namun demikian, masih belum jelas apakah mereka dapat terinfeksi virus corona dua kali. Para ilmuwan mengatakan bahwa kekebalan sel T mungkin tidak dapat mencegah infeksi ulang. Tetapi sel itu dapat mengurangi keparahan jika tertular lagi.

Respons kekebalan paling substansial

Meski temuan ini telah dipublikasikan di situs Research Square, tapi masih membutuhkan analisis independen dari ilmuwan lain sebelum dapat dipublikasikan dalam jurnal medis.

Para periset dan ilmuwan dari Rumah Sakit Universitas Tubingen, Jerman, ini menganalisa sampel darah  365 orang. Dan dari jumlah tersebut, 180 terinfeksi Covid-19, sedangkan 185 tidak.

Ketika para ilmuwan meneliti darah pada virus bernama resmi SARS-CoV-2 itu, mereka menemukan bahwa orang yang menderita penyakit tersebut telah menghasilkan respons kekebalan yang paling substansial.

Para peneliti berspekulasi bahwa reaksi kekebalan ini mungkin disebabkan oleh penyakit sebelumnya yang melibatkan virus corona flu biasa seperti OC43, 229E, NL63, dan HKU1.

Akibatnya, sistem kekebalan tubuh mereka bereaksi silang terhadap virus SARS-CoV-2. Sel T menyebabkan reaksi yang terlihat dalam percobaan mereka.

Sel-sel itu adalah sejenis sel darah putih yang menghasilkan perlindungan jangka panjang dari infeksi parah. Meski memberikan perlindungan jangka panjang, Sel T agak lebih lambat dari antibodi.

Tim peneliti mengatakan bahwa korelasi antara kekebalan sel T dan Covid-19 layak untuk dilakukan penelitian lebih lanjut dan yang lebih ilmiah. Mereka sekarang bersiap untuk memulai uji vaksin pada manusia.

Gejala Covid-19 dan flu biasa

Menurut Intermountain Healthcare, empat jenis virus corona lainnya adalah virus biasa. Dan, biasanya hanya menimbulkan gejala ringan. Salah satu gejala ini termasuk flu biasa.

Covid-19 biasanya menimbulkan gejala demam, menggigil, batuk kering, sulit bernapas, sakit tenggorokan, sakit kepala, dan kelelahan. Di sisi lain, flu biasa menimbulkan gejala seperti pilek atau hidung tersumbat, bersin, dan mata berair.

Para ahli mengatakan bahwa sebagian besar gejala pilek sebenarnya bukan disebabkan oleh infeksi itu sendiri. Melainkan disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang berusaha melawan virus yang masuk ke tubuh.

Dokter mengatakan, virus flu akan hilang dengan sendirinya jika tubuh diberikan waktu untuk melawannya. Selain itu, peneliti mengatakan bahwa sistem kekebalan adalah pertahanan terbesar melawan flu biasa. (Sciences Times/AW)

Artikel ini telah terbit di Cokelat.co, untuk membaca artikel aslinya klik di sini

Berikan Komentar:

Tags

Berita Terkait:

Back to top button
Close