Inspirasi

Yuk Bermain dengan Cahaya agar Nyaman Bekerja di Rumah

Medan.top – Pernahkah kamu melakukan eksperimen bermain dengan cahaya agar suasana ruangan dan kamar di rumah semakin nyaman dan tidak menjemukan?

Di era new normal seperti sekarang, sistem bekerja dari rumah masih diterapkan secara bergilir. Agar tidak jenuh, kamu dapat mengubah suasana rumah. Mendesain ruangan agar mirip kantor bisa kamu coba untuk mengusir kejenuhan akibat terlalu lama beraktivitas di rumah.

Untuk mendesainnya, kamu dapat bermain dengan cahaya. Kamu bisa meniru permainan cahaya di kantor. Terang, namun tidak silau. Tujuannya agar konsentrasimu terjaga dan mata tidak gampang lelah.

Ada banyak jenis lampu yang dapat kamu gunakan dalam permainan cahaya. Kamu bisa menggabungkan penggunaan lampu plafon, sorot, meja dan dinding.

Lampu plafon adalah lampu yang paling sering digunakan sebagai sumber pencahayaan utama. Dipasangnya di langit-langit. Modelnya bisa menempel pada plafon atau menggantung.

Lampu sorot bisa dipasang di dinding, plafon atau lemari kaca. Tujuannya untuk menyorot lukisan, foto atau hiasan. Ini hanyalah akses yang membuat dekorasi lebih cantik dan mewah, bukan sumber pencahayaan utama. Lampu meja adalah sumber pencahayaan tambahan dan biasa ditaruh di atas meja.

Terakhir, lampu dinding adalah lampu yang berguna untuk menambah detail ruangan serta membantu pencahayaan lampu utama. Biasanya, dipasang di tembok. Untuk menciptakan suasana seperti ruangan kerja di kantor, setidaknya ada 3 hal yang sebaiknya diperhatikan.

1. Jenis lampu

Jika kamu perhatikan, jenis lampu yang paling banyak dijumpai di ruang kerja kantor adalah lampu plafon yang ditanam di langit-langit serta lampu dinding dan lampu sorot.

Fungsi lampu dinding dan sorot biasanya untuk menciptakan kesan artistik. Untuk di rumah, jika cahaya lampu utama tidak terlalu terang, kamu bisa memasang lampu meja. Lampu meja ini cukup dinyalakan saat kamu bekerja. Jika tidak sedang bekerja, bisa kamu padamkan.

2. Posisi

Perhatikan posisi lampu. Salah posisi, kamu tidak akan mendapat cahaya terang yang cukup. Atau, bisa-bisa cahaya lampunya malah terlampau terang hingga membuat kamu tidak nyaman dan mata lekas lelah.

Lampu plafon sebaiknya dipasang di tengah ruangan. Kamu juga bisa memasang beberapa lampu plafon dalam satu ruangan.

3. Daya

Pemilihan daya lampu dan jumlah titik lampu juga penting. Standar pencahayaan lampu ruang kerja adalah 120-150 Lux. Kamu bisa menentukan jumlah titik lampu menggunakan rumus ini, N = E x L x W / Ø x LLF x Cu x n. Penjelasannya sebagai berikut:

  • N adalah jumlah titik lampu
  • E merupakan kuat penerangan (Lux)
  • L adalah panjang ruangan dalam satuan meter
  • W merupakan lebar ruangan
  • Ø ialah total nilai pencahayaan lampu dalam satuan LUMEN
  • LLF adalah faktor kerugian cahaya dengan nilai antara 0,7-0,8.
  • Cu merupakan koefisien utilisasi dan n ialah jumlah lampu dalam 1 titik.

Seandainya kamu punya ruang kerja berukuran 4 x 5 meter dan menggunakan lampu bohlam berdaya 40 Watt, maka jumlah titik lampu yang kamu perlukan agar pencahayaan di ruang kerja maksimal adalah 3.

Artinya, kamu bisa memasang lampu dengan daya 40 Watt di 3 titik berbeda. Sebagai catatan, penghitungan lumen lampu menggunakan asumsi 40-Watt x 75 Lumen sehingga didapat koefisien utilisasi sebesar 3.000 Lumen.

4. Sentuhan Artistik

Supaya suasana ruang kerja tidak membosankan, kamu sebaiknya memberi sentuhan artistik. Gunakan dekorasi ruangan berupa lukisan atau foto. Tempel di dinding. Gunakan lampu sorot untuk memberi sentuhan artistik. Cara lain, kamu bisa memasang lampu dinding.

Dengan 4 cara tersebut, ruang kerja kamu lebih artistik tetapi tetap mendapat pencahayaan yang cukup untuk mendukung aktivitas kerja. Selamat berkreasi bermain dengan cahaya! (Suzan)

Artikel ini telah terbit di Cokelat.co, untuk membaca artikel aslinya, klik di sini

Berikan Komentar:

Tags

Berita Terkait:

Back to top button
Close