Inspirasi

Peringatan Hari Perawat Sedunia dan Pandemi Virus Corona

Medan.top – Peringatan Hari Perawat Sedunia (International Nurses Day) jatuh pada 12 Mei dan telah diperingati selama 46 tahun sejak pertamakali dicetuskan pada 1974.

Peringatan Hari Perawat Sedunia kali ini diperingati di tengah pandemi virus corona (Covid-19) yang melanda dunia. Ini merupakan saat yang tepat untuk membangun kesadaran masyarakat tentang jasa para perawat, yang terasa semakin penting akhir-akhir ini.

Guna menghormati jasa para perawat yang mendedikasikan, bahkan mengorbankan hidup mereka demi pasien, mari simak sejarah awal terciptanya peringatan Hari Perawat Sedunia.

Seperti dikutip Medan.top dari Cokelat.co , Hari Perawat Sedunia digagas oleh Dewan Perawat Internasional (International Council of Nurses/ICN) untuk memperingati kelahiran filsuf dasar keperawatan modern, Florence Nightingale.

Florence Nightingale (1820-1910) merupakan ibu keperawatan modern.

Standar Keperawatan yang Ketat

Nightingale menjadi tokoh penting dalam keperawatan karena jasanya selama Perang Krimea yang berlangsung pada tahun 1850-an. Saat itu, wanita kelahiran Florence, Italia, 1820 tersebut bertugas di rumah sakit di Kota Scutari (sekarang Üsküdar, distrik Istanbul), Konstantinopel, Turki.

ia memimpin sekelompok perawat untuk merawat tentara Inggris. Ketika pertamakali tiba, dia terkejut melihat kondisi fasilitas rumah sakit yang jorok dan  memprihatinkan.

Akhirnya Nightingale memberlakukan standar perawatan yang ketat dan memastikan bahwa bangsal tetap bersih serta persediaan makanan dan obat-obatan tercukupi. Pengalamannya di Scutari membawanya ke kampanye untuk reformasi di dalam dunia perawatan.

Pada 1860, ia membuka Nightingale School of Nursing di St. Thomas ‘Hospital di London, Inggris. Keberhasilannya mendirikan sekolah itu mendorong pembentukan sekolah pelatihan serupa untuk perawat di tempat lain.

Florence Nightingale meninggal pada tahun 1910 di Mayfair, London, Inggris, dalam usia 90 tahun. Jasanya selalu dikenang dan dihormati sebagai ibu keperawatan modern.

Setiap tahun ICN memperingati Hari Perawat Internasional dengan memproduksi dan mendistribusi materi promosi dan pendidikan. Peringatan ini setiap tahunnya memiliki tema yang berbeda-beda. Pada 2020 kali ini tema yang diambil adalah Nursing the World to Health.

Garda Terdepan Melawan Pandemi

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), perawat berada di garis depan dalam memerangi epidemi dan pandemi, Mereka memberikan perawatan dan pengawasan berkualitas tinggi dan terhormat.

Para perawat merupakan profesional kesehatan pertama, dan terkadang satu-satunya, yang dilihat orang. WHO mengatakan, dunia saat ini masih kekurangan sekitar 5,9 juta perawat, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

“Pandemi Covid-19 adalah pengingat dari peran vital perawat. Tanpa perawat dan petugas Kesehatan lainnya, kami tidak akan memenangi pertempuran melawan wabah,” demikian keterangan WHO.

WHO mendesak kepada pemerintah di seluruh dunia untuk memastikan: Keselamatan dan kesehatan kerja perawat serta semua petugas kesehatan. Termasuk memastikan akses tanpa hambatan ke APD.

Selain itu, perawat dan semua petugas kesehatan perlu mendapatkan fasilitas kesehatan mental, pembayaran tepat waktu, cuti sakit, dan asuransi. Mereka juga perlu memiliki akses ke pengetahuan dan panduan terbaru yang diperlukan untuk menanggapi semua kebutuhan kesehatan, termasuk wabah.

Perawat diberi dukungan keuangan dan sumber daya lain yang diperlukan untuk membantu merespons dan mengendalikan COVID-19 dan wabah di masa depan.

Terima kasih atas segala jerih payahmu dalam menangani pasien, terutama di tengah pandemi virus corona seperti saat ini. (Brittanica/Biography/AW)

Artikel ini telah terbit di Cokelat.co untuk melihat artikel aslinya baca di sini

 

Berikan Komentar:

Tags