Inspirasi

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Waktunya Mengurangi Sampah Plastik di Rumah

Medan.top – Tepat 5 Juni adalah Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mencanangkannya di tahun 1974.

Tahun ini, Hari Lingkungan Hidup Sedunia, atau World Environment Day, kembali diperingati, namun dengan cara yang berbeda.

Wabah virus corona (Covid-19) yang mendunia membuat peringatan hari lingkungan ini harus dilakukan secara daring. Untuk tahun ini, PBB melalui UNEP memilih Kolombia sebagai tuan rumah Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2020.

Tema yang diangkat tahun ini adalah Time for Nature dengan fokus pada Keanekaragaman Hayati atau Biodiversity. Adapun keputusan memilih Kolombia sebagai tuan rumah karena menjadi negara megadiverse yang menampung 10 persen keanekaragaman hayati.

Biodiversitas ini menjadi isu karena keberlangsungannya terancam. Pelestarian lingkungan menjadi penting untuk melestarikan keanekaragaman hayati. Permasalahan biodiversitas yang paling mudah ditemui di sekitar rumah adalah sampah. Sampah adalah pengganggu kelestarian keanekaragaman hayati.

Indonesia, negara penyumbang sampah plastik terbesar kedua

Dengan populasi sebanyak 237 juta jiwa, dalam sehari ada sekitar 130 ribu sampah terkumpul. Indonesia bahkan masuk kategori negara penghasil sampah plastik terbesar kedua di dunia.

Di tahun 2015, Universitas Georgia mengungkap hasil riset mereka bahwa Indonesia adalah penghasil sampah plastik yang dibuang ke laut. Jumlah plastik mengapung di lautan sekitar 46 ribu per mil persegi. Miris mengingat sampah plastik baru terurai setelah 450 hingga 1.000 tahun.

Selama beraktivitas di rumah saja, konsumsi plastik bisa jadi bertambah karena aktivitas lebih banyak dilakukan di rumah. Meski imbauan masak di rumah digadang-gadang dapat membantu mengurangi konsumsi sampah plastik, faktanya, aktivitas ini tidak dapat dipisahkan dari plastik.

Aktivitas memasak juga menjadi salah satu pemicu bertambahnya sampah plastik. Saat berbelanja di warung atau pasar, bahan makanan biasanya dibungkus plastik.

Belum lagi jika kamu memasak dengan mengenakan sarung tangan plastik sekali buang. Tanpa disadari, kamu telah berpartisipasi menyumbang sampah plastik. Nah, buat kamu yang rajin memasak dan berbelanja. Mulai sekarang, biasakan membawa tas belanja pribadi agar pedagang tidak perlu membungkusnya dengan plastik.

Jika akan membeli daging, kamu juga bisa membawa wadah dari rumah sebagai pengganti plastik. Dengan memulainya dari diri sendiri, yakinlah pemakaian sampah plastik dapat dikurangi. (Suzan)

 

Berikan Komentar:

Tags