InspirasiNasional

Apa itu New Normal? Istilah yang sekarang sedang Tren dan Perlu Diikuti

Medan.top – Istilah new normal belakangan kerap terdengar dan banyak negara mengaplikasikannya. Lalu apa itu new normal sebenarnya?

New normal, yang jika diterjemahkan memiliki arti “tatanan baru/normal baru”, merupakan istilah yang diciptakan oleh Roger Mcnamee pada 2004. Ia merupakan pebisnis dan investor teknologi asal Amerika Serikat.

Dalam bukunya yang berjudul The New Normal: Great Opportunities in Time of Great Risk, Mcnamee menjelaskan 15 aturan dalam berinvestasi untuk dapat bertahan dalam kondisi krisis.

Istilah new normal ini menunjukkan sebuah situasi pasca-krisis ekonomi (2007-2008) dan resesi global (2008-2012), yang di saat seperti itu harus ada kesediaan untuk menggunakan aturan baru untuk jangka panjang.

Di masa pandemi virus corona (Covid-19) seperti saat ini, tatanan baru menjadi sebuah keniscayaan, termasuk di Indonesia. Baik pada aspek ekonomi untuk mencegah perekonomian yang semakin memburuk pasca-diberlakukannya PSBB maupun pada aspek sosial untuk mempertahankan dan meningkatkan imunitas kesehatan dan tubuh.

Apa itu new normal? Berikut 10 hal yang perlu dipahami seperti dikutip dari berbagai sumber.

1. Membuka kembali aktivitas

New normal adalah kebijakan membuka kembali aktivitas ekonomi, sosial, dan kegiatan public, secara terbatas dengan menggunakan standar kesehatan yang sebelumnya tidak ada sebelum pandemi.

2. Menyelamatkan hidup

Penerapan new normal merupakan sebuah upaya untuk menyelamatkan hidup warga dan menjaga agar negara tetap bisa berdaya menjalankan fungsi sebagaimana mestinya.

3. Tahapan kebijakan baru

New normal adalah tahapan baru setelah kebijakan #Dirumahaja, work from home (WFH), atau pembatasan sosial diberlakukan untuk mencegah penyebaran wabah virus corona.

Langkah ini utamanya agar warga yang memerlukan aktivitas di luar rumah dapat bekerja dengan menggunakan standar kesehatan yang ditetapkan. Dengan demikian, perlu diperhatikan, Langkah ini bukan sekadar bebas bergerombol atau keluyuran sesuka hati.

4. Menghindari masalah ekonomi

New normal diberlakukan karena masyarakat tidak mungkin terus menerus bersembunyi di rumah tanpa kepastian. Tidak mungkin seluruh aktivitas ekonomi berhenti tanpa kepastian, karena hal itu akan berakibat pada kebangkrutan total, PHK massal, dan kekacauan sosial.

5. Negara dapat menjalankan fungsinya

Berikutnya, new normal ditujukan agar negara tetap mampu menjalankan fungsi-fungsinya sesuai konstitusi. Perlu diketahui bahwa pemasukan negara berasal dari pajak dan penerimaan negara lainnya.

Jika aktivitas ekonomi berhenti total dalam jangka waktu yang lama, maka negara tidak punya pemasukan. Akibatnya negara juga tidak bisa mengurus rakyatnya.

6. Meningkatkan kesadaran masyarakat

New normal diberlakukan untuk meningkatkan kesadaran terhadap masyarakat bahwa wabah masih ada di sekitar kita. Untuk itu aktivitas ekonomi/publik diperbolehkan dengan syarat menggunakan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

7. Mencegah kebangkrutan negara

Jika new normal tidak dilakukan, maka dampak buruk atas sektor sosial ekonomi  tak tertahankan. Kebangkrutan korporasi dan ekonomi akan membawa efek domino kebangkrutan negara!

8. Tetaplah di rumah jika tak setuju

Jika kamu tidak setuju dengan tatanan baru ini, maka kamu diimbau untuk tetap tinggal di rumah. Sebab, banyak orang yang tetap harus keluar rumah untuk dapat menghidupi keluarganya. Tidak semua orang bisa bertahan selama berbulan-bulan, apalagi bertahun-bertahun dan tetap bisa menghidupi keluarganya.

9. Langkah terkoordinasi

Untuk memastikan new normal bisa berjalan dengan baik, pemerintah harus melakukan upaya yang sistematis, terkoordinasi, dan konsisten, dalam melakukan pengawasan publik dan penegakan hukum. Di dalamnya juga termasuk memperbesar kapasitas sektor kesehatan masyarakat untuk mengantisipasi lonjakan penderita virus corona.

10. Kerjasama antarpemerintah

Pemerintah pusat dan daerah harus bersinergi untuk memastikan pemeriksaan kesehatan yang massif, tersedianya sarana perawatan dan peralatan medis, melindungi mereka yang paling rentan melalui penyiapan pengamanan sosial yang tepat sasaran, dan perlindungan kesehatan. (Sky News/Forbes/AW)

 

Berikan Komentar:

Tags

Berita Terkait: