Fashion

China Memproduksi Kaus ‘Boikot China’ karena Permintaan Tinggi di India

Medan.top – Ketegangan antara China dan India diwarnai oleh fenomena yang unik. China memproduksi kaus bertuliskan “Boikot China” karena permintaan tinggi di India.

Dikutip Medan.top dari Cokelat.co, Selasa (9/6/2020), banyak warga di India saat ini tengah berunjuk rasa untuk memboikot seluruh produk-produk China.

Ketegangan antara kedua negara berlangsung di perbatasan. Militer China dan India telah diterjunkan di Negara Bagian Uttarakhand dan Pakistan yang berbatasan langsung.

Tentara kedua belah pihak cenderung dapat melakukan kontak senjata dalam memperebutkan kendali atas wilayah Line of Actual Control (LAC).

Diketahui, pemerintah China sebelumnya juga pernah mendukung Pakistan, yang merupakan musuh besar India, dalam mengendalikan wilayah Kashmir.

Hal itulah yang lantas membuat rakyat di India menyerukan untuk memboikot seluruh produk yang berasal dari Negeri Tirai Bambu itu.

Perdana Menteri India Narendra Modi bahkan mengimbau agar seluruh warganya menggunakan produk lokal ketimbang menggunakan produk China.

Namun, di satu sisi, hal yang terjadi justru sebaliknya. China dengan senang hati memproduksi kaus bertuliskan “Boikot China” karena laris manis di India.

Produk kaus dan topi yang berisikan seruan untuk memboikot China itu laku keras bak kacang goreng karena dibeli oleh warga India yang tak suka dengan China.

Selain karena ketegangan di perbatasan, India juga kesal dengan wabah virus corona (Covid-19) yang berasal dari Kota Wuhan di China.

Dikutip dari data Worldometers, Selasa, India menempati posisi ke-6 dunia dalam daftar kasus virus corona dengan 265,928 orang yang terinfeksi dan 7.473 korban meninggal.

Angin segar di tengah pandemi Covid-19

Atas dasar itulah China melihat kesempatan di dalam kesempitan. Dengan semakin maraknya kampanye untuk memboikot produk mereka, dipastikan jutaan warga India membutuhkan topi dan kaus untuk dikenakan saat berunjuk rasa.

Maka dari itu, China memutuskan untuk memproduksi kaus dan topi untuk mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya dari fenomena ini.

Saat ini kaus dan topi yang berisi seruan itu telah banyak digunakan oleh warga India dan bahkan dapat dibeli secara online melalui situs lokal.

Seperti dilaporkan oleh Digitalphablet, China akan segera mulai mengirim stok produk-produk itu ke India yang kemudian akan didistribusikan kepada para pengunjuk rasa dan rakyat India.

Kampanye untuk memboikot produk China di India telah membantu sejumlah perusahaan manufaktur yang sebelumnya berada di ambang kebangkrutan karena pandemi virus corona.

Tidak berhenti di situ, China bahkan memiliki proyek lanjutan untuk membuat kaus yang bertuliskan #IHateChina jika kampanye boikot China telah berakhir di India. (Digitalphablet/AW)

Artikel ini telah terbit di Cokelat.co, untuk membaca artikel aslinya klik di sini

Berikan Komentar:

Tags

Berita Terkait: