Elektronik

Terkait Dugaan Pencurian Data, India Melarang Penggunaan TikTok

Medan.top – India baru-baru ini mengeluarkan aturan untuk melarang penggunaan media sosial TikTok karena hubungan Negeri Bollywood dengan China yang sedang memanas.

Sebagai informasi, TikTok merupakan platform sosial video pendek yang dipadukan dengan musik. Platform ini memiliki banyak fans di berbagai negara, termasuk India.

TikTok digemari banyak orang lantaran mendukung kebebasan penggunanya berekspresi di depan layar serta bisa mendatangkan kebahagiaan.

Namun, di balik kelebihannya itu, sisi keamanan data pengguna TikTok dipertanyakan. Pemerintah India menaruh perhatian lebih pada hal ini dan melarang penggunaan TikTok.

Keputusan itu berbarengan pula dengan pelarangan instal 59 aplikasi buatan China seperti WeChat, Weibo, Baidu Translate dan UC Browser, baik di ponsel maupun komputer.

Kekhawatiran adanya pencurian data warganegara India yang berdampak pada keamanan negara digadang-gadang sebagai penyebabnya.

“Kementerian Teknologi Informasi telah menerima banyak keluhan dari berbagai sumber,” Begitu informasi yang dirilis Kementerian Teknologi Informasi India.

“Termasuk laporan mengenai penyalahgunaan aplikasi mobile di ponsel berbasis Android dan iOS untuk mencuri data pengguna,” lanjut pernyataan itu.

Penyalahgunaan data bisa terjadi lantaran server TikTok dan platform buatan China yang dilarang dipasang di luar India.

Boikot atas produk China

Dikutip dari Cokelat.co, Rabu (1/7/2020), pelarangan TikTok berbarengan pula dengan adanya boikot terhadap produk-produk China.

Pemerintah India baru-baru ini juga memberi mandat kepada para pedagang untuk mencantumkan negara asal produsen saat menawarkan barang mereka di marketplace. Dengan begitu konsumen bisa membatalkan pembelian jika produk tersebut ketahuan sebagai produk buatan China.

Amazon dan Flipkart telah memutuskan mengikuti imbauan pemerintah india dengan mensyaratkan para merchant mencantumkan nama negara pembuat produk. Pelarangan ini berdampak besar pada ambisi China di Jalur Sutra Digital.

Menyikapi isu pencurian data pengguna TikTok, senator Amerika Serikat juga sudah meminta tim investigator menyelidiki cara TikTok mengumpulkan data pengguna dan menyensor topik tertentu.

Di Indonesia, platform ini juga pernah diblokir oleh Kementerian komunikasi dan Informatika pada 2018. Di tahun tersebut, artis TikTok Bowo Alpenliebe juga sukses menuai kontroversi.

Meski begitu, popularitas platform ini tidak menurun. Anak-anak hingga dewasa menggunakan TikTok ketika blokiran tersebut dibuka. (Suzan)

Artikel ini telah terbit di Cokelat.co, untuk membaca artikel aslinya klik di sini

Berikan Komentar:

Tags

Berita Terkait: