Ekonomi

Pesawat Buatan Indonesia Dibandrol Hingga Rp 400 M Diminati Pasar Global

Medan.top – Pesawat buatan Indonesia, CN 235 yang dibandrol hingga Rp 400 miliar ternyata diminati banyak negara maju, seperti Turki, Korea Selatan dan Uni Emirat Arab.

Turki telah memesan 9 unit pesawat CN 235 itu. Selain itu, Uni Emirat Arab pun telah membeli 7 unit. Sedangkan Korea Selatan merupakan negara yang memesan pesawat terbanyak, yakni 12 unit.

Tidak hanya tiga negara itu, negara-negara lain juga tertarik dengan pesawat CN 235 itu. Seperti Malaysia yang telah membeli 8 unit, Thailand 3 unit, Nepal dan Senegal masing-masing 1 unit.

Diketahui, PT Dirgantara Indoenesia (Persero) telah memproduksi 68 unit pesawat dari total 285 unit pesawat yang ada di dunia.

Direktur Utama Dirgantara Indonesia, Elfien Goentoro menjelaskan harga CN 235 yang dijual ke Senegal, US$ 25 juta atau Rp 380,5 miliar. Sedangkan pesawat yang dijual ke Nepal, US$ 30 juta sekitar Rp 400 miliar. Harganya lebih mahal, karena ada konfigurasi yang berbeda.

Berdasarkan data perakitan pesawat PT Dirgantara Indonesia (Persero), produksi CN 235 mengalami peningkatan. Seperti di 2012 hanya ada 3 unit. Sedangkan di 2019 sebanyak 4 unit dan 2021 ada 6 unit.

Pesawat Buatan Indonesia Berpotensi Dikembangkan ke Komersial

Hingga saat ini, Indonesia sendiri sudah menggunakan 31 unit pesawat tersebut. Selain untuk kebutuhan militer, pesawat tersebut juga digunakan untuk kebutuhan sipil di Indonesia.

Mengingat, sekitar 177 rute domestik dan 132 diantaranya berada di kawassan Indonesia Timur  yang berpotensi bisa menggunakan pesawat itu.

Saat ini, PT Dirgantara Indonesia (Persero) sedang memproduksi 2 unit pesawat. 1 unit untuk Senegal dan 1 unit lagi untuk TNI AL.

Wakil Menteri Pertahanan Indonesia, Wahyu Sakti Trenggono mengatakan bahwa pesawat CN 235 bisa dikembangkan dan digunakan untuk komersial.

“Harus dikembangkan. Ini (Pesawat CN-235) bisa digunakan untuk komersial. Arahnya ke sana. Misal untuk penerbangan jarak pendek. Di kawasan timur misalnya daerah wisata seperti Labuan Bajo,” papar Wahyu Sakti Trenggono, Rabu (22/1/2020). (sumber : cnbcindonesia.com)

Berikan Komentar:

Tags
Back to top button
Close