Ekonomi

New Normal, Bisnis Properti Dunia Mulai Bergairah kembali

Medan.top – Sektor bisnis properti sudah mulai bergairah. Pelaku bisnis properti telah beradaptasi dengan kondisi pasar selama pandemi Corona.

Meski sejumlah pembeli membatalkan pembelian properti lantaran tidak dapat membayar kredit rumah atau apartemen akibat adanya penurunan pendapatan atau kehilangan pekerjaan, penjualan tetap ada.

Pembelian properti bekas pun mulai terjadi, dengan koreksi harga 20-30 persen di bawah harga normal. Sementara untuk bisnis properti primer, pengembang properti yang sempat menghentikan pembangunan rumah siap huni sudah kembali bergairah melanjutkan proses konstruksinya.

Kondisi ini bukan hanya terjadi di Indonesia. Di Inggris, indeks harga rumah pada Mei 2020 menunjukkan adanya penurunan sebesar 1,7 persen dalam sebulan. Ini adalah penurunan terbesar dalam kurun waktu 11 tahun.

Meski begitu, Chief Economist Nationwide Robbert Gardner optimistis kondisi akan kembali stabil. “Ada beberapa tanda bahwa keadaan sudah mulai stabil,” ujarnya seperti dikutip BBC baru-baru ini. Ia menyebutkan pula situasi saat ini bukanlah bentuk penurunan ekonomi. Di Amerika, harga bahkan tetap naik.

Baik di Amerika maupun Inggris, banyak orang sadar bahwa mereka bisa bekerja dari rumah dan menghindari bepergian serta pergi ke kantor. Kondisi ini berpengaruh pada pasar properti.

Optimisme industri properti

Situs web properti di Inggris, Rightmove, melaporkan adanya peningkatan signifikan masyarakat yang mencari rumah jauh dari pusat kota. Mereka mencari rumah dengan taman luas untuk dijadikan rumah sekaligus kantor.

Situs tersebut memprediksi perubahan ini tidak permanen, tetapi membuat orang berpikir ulang mengenai bagaimana mereka bekerja dan hidup.

Sektor properti komersial lebih dramatis. “Kami melihat adanya tren penurunan pertumbuhan,” kata Profesor Andrew Baum, ketua Future of Real Estate Initiative di Oxford University Said Business School.

Pandemi Corona telah memberi kejutan masif terhadap pasar properti. Namun, kondisi diperkirakan hanya sementara. Di era new normal, tekanan pandemi Corona mereda sehingga ada optimisme industri properti properti akan kembali bangkit.

Jika selama pembatasan sosial berskala besar calon konsumen kesulitan untuk survei lokasi rumah dan apartemen yang ditawarkan pengembang, di era new normal mereka sudah bisa leluasa bepergian untuk melihat lokasi properti. (Suzan)

 

Berikan Komentar:

Tags

Berita Terkait: