Ekonomi

Ini Dampak Buruk Jika Maksa Tanam Kelapa Sawit Di Lahan Gambut

Medan.top – Tanam kelapa sawit di lahan gambut banyak dimanfaatkan oleh para petani di Indonesia.

Menanam kelapa sawit di lahan gambut harus memperhatikan beberapa cara yang berbeda jika dibandingkan dengan tanah mineral.

Hal yang harus diperhatikan yaitu seperti manajamen air, pemupukan, pembenahan fisik tanah, dan pemilihan varietas. Namun, ada juga dampak buruk jika memaksa tanam kelapa sawit di lahan gambut.

Ini Dampak Buruk Jika Maksa Menanam Kelapa Sawit Di Lahan Gambut :

1. Tanaman Sawit Miring/Condong (50 – 80o)

Tanah gambut memiliki daya sangga yang rendah sebagai bobot isi tanah, sehingga pengelolaan tanah sangat sulit dilakukan secara mekanis dan juga akan mengalami kesulitan dalam menjangkarkan akarnya. Itu yang menyebabkan mengapa tanaman kelapa sawit cenderung partumbuhannya miring karna akar tidak memiliki tumpuan dalam tanah yang kuat.

Cara pengendalian menanam kelapa sawit di lahan gambut adalah saat menanam kelapa sawit buatlah dengan pola lubang didalam lubang (hole in hole) dengan tanam miring searah, pembuatan lubangnya  menggunakan alat berat yang telah didesain sesuai dengan ukuran lubang.

2. Hasil Produksi Menurun Drastis

Akibat berat bersandar dari batang kelapa sawit sehingga dapat menyebabkan penurunan hasil produksi diawal, serta masa pemulihan yang lambat 3 – 5 tahun. Terlebih lagi buah yang membrondol akan jatuh tertimpah batang dan tandan yang sudah sangat miring sehingga membuat pemanen kesulitan untuk mengambilnya. Berat tandan atau buah juga terlalu menurun akibat kurangnya nutrisi yang didapat dari tanaman kelapa sawit.

Cara pengendaliannya adalah dengan memperhatikan teknik pemupukan, mengingat lahan gambut yang miskin unsur hara maka pemupukan perlu menggunakan pupuk makro dan mikro yang cukup. Pupuk kalium, fosfor, nitrogen, magnesium, dan boron merupakan pupuk yang sangat penting. Serta teknik memilih varietas dengan batang tanaman yang lebih pendek agar tanah gambut lebih mampu menopang pohon agar tidak miring.

3.Akses Untuk Masuk Kedalam Blok Cukup Ekstrim

Karena kepadatan tanah dan ketinggian air yang tidak normal membuat pemanen untuk lebih waspada ketika memasuki area yang paling dalam.

Ditambah lagi dengan keadaan tanaman yang miring sehingga jalur blok pada tanaman sudah tidak lurus lagi.Pemanen juga susah jika ingin mengeluarkan hasil panen buah dari dalam blok hingga keluar akibat tanah yang basah, apa lagi saat musim hujan.

4.Pertumbuhan Bibit yang Tidak Maksimal

Tanaman kelapa sawit hanya dapat bertahan hidup 50 hari dalam kondisi tergenang. Genangan pada tanaman kelapa sawit dapat menghambat pertumbuhan tinggi, diameter batang, jumlah daun, dan juga mengurangi kadar klorofil pada daun. Jika semakin lama tanaman kelapa sawit tergenang maka akan semakin terhambat pertumbuhannya.

Sumber : Youtube (Manda Petualang)

 

Berikan Komentar:

Tags

Berita Terkait:

Back to top button
Close