EkonomiNasional

Ini 3 Strategi PT Angkasa Pura II Gairahkan Penerbangan

Medan.top – Penerbangan merupakan salah satu sektor yang terpuruk selama pandemi global COVID-19. Di era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), PT Angkasa Pura II selaku pengelola 19 bandara di Tanah Air terus berupaya membangkitkan kembali sektor penerbangan.

Hal itu disampaikan Presiden Direktur PT Angkasa Pura II (Persero), Muhammad Awaluddin, dalam siaran pers tertulis. Dia mengatakan, pihaknya memiliki tiga strategi untuk menggairahkan kembali sektor penerbangan.

“Strategi yang kami tetapkan adalah kembali ke bisnis inti (back to the core business), yaitu bisnis aeronautika,” ujarnya.

Tiga strategi yang dijalankan ialah meningkatkan utilisasi slot penerbangan, pengaktifan kembali rute-rute yang sempat ditutup karena pandemi. Selain itu, peningkatan frekuensi penerbangan di rute yang telah aktif.

“Di saat bersamaan, kami juga menjalankan Safe Travel Campaign guna memberi keyakinan kepada masyarakat,” papar Awaluddin.

Melalui tiga strategi yang telah diimplementasikan sejak awal Juli 2020 atau 3-4 bulan setelah kasus pertama C -19 di Indonesia, Angkasa Pura berusaha menggerakkan permintaan melalui penawaran. Hasilnya, pada Juli hingga Agustus 2020 telah terlihat adanya pemulihan penerbangan di 19 bandara PT Angkasa Pura II.

Keberhasilan strategi untuk menggerakkan permintaan melalui penawaran dapat dilihat di bandara terbesar dan tersibuk di Indonesia, yaitu Soekarno-Hatta. Indikator-indikatornya ialah utilisasi slot penerbangan meningkat 99%, rute yang dibuka naik 24% dan frekuensi penerbangan meningkat 31%.

Di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada April sampai Juni, rata-rata utilisasi slot time penerbangan cukup rendah, hanya 16%. Sementara di sepanjang Juli dan 1 hingga 21 Agustus, rata-rata utilisasi slot time meningkat 99% atau mencapai 32%. Sebanyak 21.853 slot digunakan maskapai dari 66.595 slot penerbangan yang tersedia.

Kemudian di tengah pandemi ini Bandara Internasional Soekarno-Hatta memiliki 83 rute penerbangan yang dijadwalkan. Sepanjang April-Juni 2020, rata-rata rute penerbangan yang dibuka hanya sekitar 50,5% per bulan, lalu meningkat menjadi 62,3% per bulan sepanjang Juli sampai 1-21 Agustus menjadi 62,3% per bulan.

Selama Juli sampai Agustus 2020, rute yang dibuka meningkat 24% dibandingkan April hingga Juni 2020. Dari sisi frekuensi, terlihat adanya peningkatan dari 2 kali seminggu menjadi 2 kali sehari untuk satu rute penerbangan per maskapai.

Sejumlah Indikator Membaiknya Permintaan Masyarakat di Bandara Angkasa Pura II

Utilisasi slot penerbangan yang meningkat, lebih banyak rute atau destinasi yang dibuka, serta naiknya frekuensi penerbangan, diikuti dengan peningkatan jumlah penumpang pesawat. Indikator-indikator pulihnya lalu lintas penerbangan berarti membaiknya permintaan dari masyarakat selain di Bandara Soekarno-Hatta, juga terjadi di bandara-bandara Angkasa Pura II lainnya.

Saat ini Angkasa Pura II mengelola Soekarno-Hatta (Tangerang), Halim Perdanakusuma (Jakarta), Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), Kualanamu (Deli Serdang), Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru), Silangit (Tapanuli Utara), Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang), Supadio (Pontianak), Banyuwangi, Radin Inten II (Lampung), Husein Sastranegara (Bandung), Depati Amir (Pangkalpinang), Sultan Thaha (Jambi), HAS Hanandjoeddin (Belitung), Tjilik Riwut (Palangkaraya) dan Kertajati.

Kontributor : Suzan

Berikan Komentar:

Tags
Back to top button
Close