Dewasa

Perbedaan Makna Hubungan Seks dan Bercinta, ini 3 Hal yang Perlu Dipahami

Medan.top – Meski terkesan sama digunakan untuk mendefinisikan bentuk keintiman seksual pada pasangan, ternyata ada perbedaan antara hubungan seks dan bercinta.

Bercinta umumnya diasosiasikan sebagai keintiman seksual yang melibatkan perasaan. Sementara hubungan seks lebih kepada penetrasi seks sekadar untuk melepaskan nafsu. Para pakar seks pun memberikan pendapatnya dan menjelaskan lima perbedaan antara hubungan seks dan bercinta.

1. Motivasi

Saat berhubungan seks, motivasi pasangan adalah bagaimana caranya melepaskan hasrat seksual dan mendapatkan orgasme. Sementara ketika bercinta, mencapai klimaks tetap jadi hal penting, tapi bukan yang utama. Motivasinya adalah untuk lebih terkoneksi secara emosional dengan pasangan.

Keintiman tak hanya lewat fisik tapi juga pikiran dan perasaan. Pelukan, ciuman dan sentuhan jadi elemen yang tak kalah pentingnya dari penetrasi seks itu sendiri. Bisa dibilang konsep bercinta itu rumit dibandingkan hubungan seks dan bisa memakan waktu lebih lama sampai tercapainya orgasme.

“Kamu tahu kalau kamu sedang bercinta ketika kamu meresapi apapun yang orang ini lakukan pada tubuhmu,” jelas seksolog dan terapis seks Gigi Engle. “Cara dia mencium, aroma tubuhnya, teknik seksual. Kalian punya chemistry, dan segalanya terasa menggebu. Artinya ada percikan (cinta),” tambahnya.

2. Cara Komunikasi

Pasangan yang berhubungan seks biasanya akan memulai dengan membicarakan hal-hal yang berkorelasi pada seksualitas, atau yang lazim disebut ‘dirty talk‘.

Komunikasi pun hanya sebatas pada teknik-teknik seks seperti gerakan perlahan atau cepat, bagian tubuh mana yang perlu dieksplor lebih intens, atau siapa yang lebih dulu mencapai orgasme.

Komunikasi saat pasangan bercinta lebih dalam dari itu. Selain ‘dirty talk’, pasangan juga saling mengungkapkan perasaan cinta yang lebih emosional. Bercinta membuat pasangan lebih terbuka dengan hatinya masing-masing.

“Pilihan kata bisa membuat perbedaan antara pengalaman seksual yang menakjubkan dan dirty talk yang terkesan seperti skrip film porno,” tutur psikolog Jennifer B. Rhodes.

3. Kerapuhan Emosional

Hubungan seks umumnya tidak terlalu melibatkan perasaan, karena tujuannya lebih kepada pemenuhan kebutuhan biologis. Pasangan melakukan foreplay, terjadi penetrasi seks, lalu selesai, dan tubuh merasa lebih baik.

Saat bercinta, pasangan baik pihak wanita, pria, atau keduanya, akan merasakan dirinya rapuh secara emosional. Rapuh di sini bukan berarti dia jadi lemah atau insecure. Tapi ada perasaan terdalam yang membuncah, saking intensnya, membuat dia mengeluarkan air mata ketika bercinta.

“Kerapuhan emosional dan seksual selaras hingga membuat pasangan merasa sudah berada pada ‘jalur yang sama’ di ranjang. Termasuk nilai-nilai, keyakinan, hasrat, dorongan seksual, preferensi, keunikan dan ekspektasi seputar seks,” papar pakar seks Jamie J. LeClaire. (Elite Daily/AW)

 

Berikan Komentar:

Tags

Berita Terkait: