Dewasa

Jangan Sampai Salah, ini Topik yang Perlu Dihindari saat Pillow Talk

Medan.top – Berbincang sebelum tidur adalah wajar dan termasuk penting bagi suami-istri. Namun, ada beberapa topik yang pertlu dihindari saat melakukan pillow talk.

Pillow talk atau bed talk adalah bentuk komunikasi suami istri yang dilakukan bersama dan mendekati waktu istirahat.

Aktivitas ini berguna untuk menambah keintiman dan kedekatan pasangan. Meski begitu, tetap ada aturan dalam memilih topik pembicaraan. Salah topik, bukannya makin intim, pillow talk bisa-bisa mengakibatkan perselisihan.

Nah, berikut topik-topik pembicaraan yang sebaiknya dihindari saat pillow talk.

Bentuk tubuh

Tidak semua orang nyaman dengan bentuk tubuhnya. Ada yang merasa tidak percaya diri dengan tubuhnya yang terlalu kurus atau gemuk.

Kemudian, ada juga yang merasa rendah diri akibat susunan giginya tidak rapi. Meski niatnya bercanda, Anda sebaiknya menghindari percakapan seputar tubuh yang tidak ideal.

Sebab, pembicaraan mengenai topik ini bisa saja membuat rasa percaya diri ‘korban’ turun. Lalu, ia marah kepada dirinya sendiri lantaran terdoktrinasi oleh ucapan Anda yang cenderung melihat bentuk fisiknya dari sisi negatif.

Anda tentu tidak ingin pasangan merasakan hal tersebut, bukan? Bukan hanya itu. Pembicaraan seputar bentuk tubuh juga berpotensi memicu obesitas.

Hal ini biasanya terjadi pada orang bertubuh gemuk. Akibat stres dijuluki gemuk dan kesulitan menurunkan berat badan, ia justru makan lebih banyak. Efek terparah adalah meningkatkan risiko bunuh diri.

Pasangan mungkin diam saja ketika Anda menggodanya dengan memanggil, “Ndut” atau gendut. Namun, bukan berarti hati kecilnya menerima panggilan tersebut.

Jika terlalu sering dipendam, ia bisa mengalami masalah psikologi seperti depresi. Bahkan, lebih parah lagi apabila depresinya itu sampai membuatnya mempunyai keinginan bunuh diri.

Mengungkit masa lalu

Selain canda mengenai bentuk tubuh, Anda juga sebaiknya menghindari percakapan yang pernah memicu perselisihan di masa lalu. Misalnya saja, saat pasangan Anda pernah terpergok berselingkuh. Atau, menceritakan tentang perselisihan yang pernah terjadi di antara Anda dan mertua.

Ketika diingatkan pada kejadian masa lalu, sementara pasangan sudah bertekad berubah, ia bisa jadi merasa kesal. Alih-alih ingin menambah keintiman, bisa jadi dia malah pergi meninggalkan Anda. Kemudian pindah ke ruangan lain untuk menghindari perselisihan. Jadi, hindari 2 topik tersebut saat pillow talk ya. (Suzan)

Artikel ini telah terbit di Cokelat.co, untuk membaca artikel aslinya klik di sini

Berikan Komentar:

Tags

Berita Terkait:

Back to top button
Close