Dewasa

Berapa kali dalam Seminggu Frekuensi Bercinta yang Ideal? Ini Jawabannya

Medan.top – Seberapa sering Anda dan pasangan melakukan hubungan intim? Ternyata, menurut para pakar, ada frekuensi bercinta ideal bagi pasangan lho.

Ada pasangan yang bercinta dua hingga tiga kali dalam sepekan, sebulan sekali, bahkan ada yang hanya melakukannya sekali dalam beberapa bulan, duh.

Lalu sebenarnya seberapa sering frekuensi bercinta yang ideal untuk dilakukan? Simak jawabannya seperti dihimpun Medan.top dari berbagai sumber berikut ini:

Dari keterangan Kinsey Institute di Indiana University, frekuensi bercinta yang normal dan ideal tergantung dari usia masing-masing orang. Organisasi yang khusus meneliti tentang seksualitas dan hubungan asmara ini menyebutkan bahwa idealnya, orang dengan usia 18-29 tahun rata-rata berhubungan seks 112 kali dalam satu tahun, atau 9 kali sebulan.

Di rentang usia yang lebih matang (30-39 tahun) rata-rata melakukan hubungan seksual 86 kali setahun, atau 7 kali sebulan. Sementara orang yang berusia 40 hingga 49 tahun ke atas umumnya 69 kali per tahun, atau sekitar 6 kali sebulan.

Studi dari Kinsey Institute mengungkap, 13 persen pasangan menikah bercinta hanya beberapa kali dalam setahun. Sementara itu 45 persen bercinta beberapa kali dalam sebulan, 34 persen dua sampai tiga kali seminggu, dan tujuh persen bercinta lebih dari empat kali seminggu. Namun demikian, hasil penelitian itu sebenarnya tidak bisa diterapkan ‘mentah-mentah’ sebagai acuan yang tetap.

Baik-buruknya frekuensi dalam bercinta

Frekuensi seks untuk menentukan apakah sebuah hubungan seks berkualitas memang tidak ada pakemnya. Namun yang terpenting di sini bukan seberapa sering Anda dan pasangan bercinta, melainkan konsistensi.

“Selama frekuensi bercinta konsisten, tidak menjadi masalah. Jika Anda absen bercinta dalam waktu lama, maka luangkanlah waktu untuk melakukannya,” jelas psikoterapis asal Chicago, Kelley Kitley.

“Harus ada yang mengambil inisiatif agar absen bercinta tidak terlalu lama dan menjaga kehidupan seks tetap pada jalurnya,” tambah Kitley, seperti dikutip dari Women’s Health.

Rutin bercinta memang membawa dampak positif. Namun perlu diingat, hal itu akan berbeda jika Anda dan pasangan terlalu sering melakukannya. Hal baik sekalipun jika dilakukan secara berlebihan berpotensi membawa dampak negatif.

Menurut terapis seks Kat Van Kirk, dampak negatif dari terlalu sering berhubungan seks adalah timbulnya ruam-ruam kemerahan, iritasi, bahkan lecet akibat penetrasi yang terlalu sering tanpa disertai lubrikasi cukup.

Sementara dampak negatifnya secara mental, jika gairah seksual antara Anda dan pasangan tak sejalan, akan menjadi beban bagi salah satu pihak yang hasrat seksnya lebih rendah. Entah itu dari pihak pria atau wanita.

Frekuensi bercinta dikatakan berlebihan apabila salah satu dari Anda sudah merasa tidak nyaman, mengalami masalah fisik seperti yang disebutkan di atas atau urusan lain menjadi terbengkalai karena Anda dan pasangan terlalu fokus dengan hubungan seks. (Women’s Health/AW)

 

Berikan Komentar:

Tags

Berita Terkait:

Back to top button
Close