Daerah

Siswa SMP Tewas Berkelahi Dengan Temannya di Sidikalang

Medan.top – Samuel Pandapotan Nainggolan (15), siswa SMP tewas berkelahi dengan teman sekolahnya, Rabu (5/2/2020) sekitar pukul 12.00 WIB.

Korban yang tinggal di Keluharan Huta Gambir, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi tersebut menghembuskan nafas terakhir saat berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sidikalang.

Kapolres Dairi AKBP Leonardo D Simatupang SIK melalui Kanit Resum MP Simamora kepada wartawan mengatakan, korban Samuel Pandapotan Nainggolan siswa kelas IX SMP HKBP Sidikalang ini tewas setelah berkelahi dengan temannya sekelasnya, SO (15) warga KM 9 Desa Sungai Raya, Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Kabupaten Dairi.

“Usai berkelahi, korban lemas dan selanjutnya dilarikan guru dan teman sekolahnya ke RSUD Sidikalang. Namun nahas, korban menghembuskan nafas terakhir saat mendapat perawatan di ruang IGD,” kata MP Simamora.

Menurut MP Simamora, dari keterangan pelaku, perkelahian yang berujung maut tersebut dilatar belakangi saling ejek antara korban dan pelaku saat pulang sekolah.

“Karena tidak terima di ejek, pelaku menendang bagian perut korban dengan dengkulnya, hingga korban lemas dan terjatuh ke tanah,” sebutnya.

Siswa SMP Tewas Berkelahi Masih Berada di RSUD Sidikalang

Sementara Paniel Hutabarat salah satu paman korban ditemui wartawan di kamar jenazah RSUD Sidikalang menyampaikan, tidak ada firasat apapun tentang kepergian korban. Karena tadi pagi masih sempat melihat keponakannya itu diantarkan ke sekolah.

“Tadi siang sekitar jam 12.00 WIB mendapat kabar dari guru sekolahnya kalau keponakannya lagi kritis di sekolah dan akan dibawa ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit saya melihat keponakan saya sudah meninggal dunia,” ucapnya sedih.

Disebutkannya, kalau keponakannya itu merupakan anak satu-satunya. Sedangkan bapaknya sudah 2 tahun lalu meninggal dunia.

“Selama ini korban hanya tinggal berdua dengan ibunya yang bekerja sebagai petani,”ungkapnya.

Jenazah korban masih berada di kamar Jenazah RSUD Sidikalang menunggu kesepakatan pihak keluarga.

Karena pihak polisi meminta untuk dilakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban yang sebenarnya. (Posmetro-Medan.com).

Berikan Komentar:

Tags
Back to top button
Close