Daerah

Ratusan Massa Buruh Gelar Aksi Tolak Omnibus Law di FLy Over Amplas

Medan.top – Tuntutan buruh agar RUU Cipta Kerja dengan metode Omnibus Law tidak disahkan kembali bergemuruh. Ratusan buruh dari berbagai elemen, mahasiswa, petani hingga kaum miskin, Kamis (16/7/2020) menggelar aksi tolak Omnibus Law dengan menduduki flyover Amplas.

Massa sebelumnya berkumpul di simpang Marindal dan bergerak melakukan long march. Dari situ, massa selanjutnya menduduki ruas jalan Fly Over Amplas-Tanjung Morawa.

Dalam orasinya, Koordinator Aksi, Martin mengatakan, RUU Cipta Kerja dengan metode Omnibus Law harus dihapuskan. RUU itu dianggap sangat tidak berpihak kepada buruh.

“Kami melihat RUU CIpta Karya dengan metode Omnibus Law tidak hanya mengorbankan kelas pekerja yang ada di Indonesia. Melainkan, akan sangat berdampak dengan sektor-sektor lainnya. Omnibus Law ini sangat bertentangan dengan UUD (1945) Indonesia,” kata Martin.

Martin menyebutkan beberapa poin yang dinilai sangat berbahaya dalam RUU Cipta Kerja tersebut. Di antaranya, hilangnya perlindungan dan pemenuhan hak rakyat. Hilangnya upah minimum, dan penerapan upah kerja per jam. Selain itu, pengurangan pesangon bagi buruh yang ter-PHK.

“Kemudian penerapan fleksibilitas pasar kerja dengan memperluas penggunaan sistem kontrak dan outsourcing (alihdaya). Serta masifnya pembangunan industri ekstraktif yang mengeksploitasi sumber daya alam,” ujar Martin lagi.

Selain itu, dengan Omnibus Law, dinilai, tenaga kerja asing tanpa keahlian akan gampang bekerja di alur produksi inti. Tidak cuma itu, dikhawatirkan akan hilang tanggung jawab negara untuk menyelenggarakan jaminan sosial bagi rakyat.

Kemudian melegalkan praktik perampasan tanah rakyat. Melegalkan praktik pencemaran lingkungan dan semakin masifnya praktik komersialisasi pendidikan,” ungkapnya.

Martin mengatakan, rakyat akan bersatu dari semua elemen masyarakat, jika pemerintah masih mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang anti rakyat.

“Kami akan menentang dan menolak kebijakan pemerintah yang sangat liberal dan sangat kapitalistik,” ucapnya.

400 Personil Diturunkan Amankan Aksi Tolak RUU Omnibus Law

Aksi tersebut sempat melumpuhkan arus lalu lintas dari Jalan Sisingamangaraja XII menuju Amplas. Aksi tersebut mendapat pengawalan dari aparat kepolisian.

Kapolsek Patumbak, Kompol Arfin Fachreza mengatakan, dalam mengamankan aksi tersebut pihaknya menurunkan sebanyak 400 personi. Petugas gabungan yang diturunkan berasal dari Polda Sumut, Polrestabes Medan, Polsek Patumbak, Brimob dan Sabhara.

“Jadi di sini kita hanya melakukan pengamanan saja. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi dalam unjuk rasa ini,” ucap Arfin.

Reporter : Ial

Berikan Komentar:

Tags

Berita Terkait:

Back to top button
Close