Daerah

Penderita Infeksi Kulit di Siantar Butuh Bantuan Dana Pengobatan

Medan.top –¬† Seorang warga Siantar penderita infeksi kulit bernama Selamet Juliadi (47), saat ini tidak dapat berbuat banyak untuk mengobati penyakit yang dideritanya. Warga Jalan Sriwijaya, Kelurahan Melayu, Kecamatan Siantar Utara tersebut, saat ini berharap bantuan dana pengobatan dari masyarakat atau donatur.

Kepada wartawan, Mulyani, istri dari Selamet Juliadi mengatakan, penyakit infeksi kulit yang diidap suaminya itu tergolong baru. Anehnya, penyakit yang sekitar sepekan diidap suaminya itu diduga berawal dari sakit saraf ketika pernah terjatuh dari atas loteng saat memanjat, setahun silam.

“Tadinya sudah mau setahun la itu pernah¬† terjatuh dari loteng rumah orang. Jadi terganggulah sarafnya, tak pernah kami obati.Baru seminggu ini, timbul sakit kulitnya kayak melepuh kena bakar, tangan juga membengkak. Kami pun warga susah, pak,” ujarnya ditemui di RS Tentara Pematang Siantar, Sabtu (15/8/2020).

Mulyani mengatakan, dirinya sebenarnya nekat membawa suaminya ke rumah sakit untuk berobat, karena tidak ada dana. Dia terpaksa meminjam uang dari orang dan bantuan dari majikannya. Berhubung kartu BPJS miliknya sudah tiga tahun tidak terbayar, tidak bisa lagi untuk melakukan perobatan.

“Saya sudah bingung BPJS tiga tahun belum bayar, kek mana lah pak. Suami kerjanya tukang jahit di rumah. Selama Covid, penghasilan kadang nggak ada. Saya pun kerjanya pembantu rumah tangga. Jadi ini saya pinjam uang untuk bawa suami ke sini,” ucap Mulyani yang bekerja mencuci dan menyetrika di rumah orang.

Selamet Juliadi sebelumnya sempat dibawa berobat ke tempat praktik dr Chandara Jalan Jawa, Kota Siantar. Hasilnya, tangan kanan Selamet yang bengkak ternyata karena penyumbatan darah dan infeksi kulit. Namun, berlalu beberapa hari, sakitnya tak kunjung sembuh.

“Sudah disuntik beberapa kali, tapi belum ada reaksi. Sedangkan suami saya terus mengerang kesakitan dan merasa panas di tubuhnya. Saya tak tahan, karena itulah pak, saya beranikan diri untuk membawanya ke RS Tentara. Tapi, hasilnya, dokter bilang besok,” ucap ibu dua anak itu.

Keluarga Berharap BPJS Kesehatan Selamet Diaktifkan Selain Bantuan Dana Pengobatan

Mulyani mengaku tidak tahu lagi, mau mencari uang ke mana. Apa lagi, biaya berobat selama di rumah sakit terbilang mahal. Saat ini, bobot badan suaminya tersebut juga turun puluhan kilogram.

“ini saya pasrah saja dan terima hasilnya. Kalaupun di sini tidak sembuh juga, saya akan membawanya ke mana saja berharap bisa sembuh. Turunnya drastis pak, langsung 30 kilo susutnya. Anak saya ada dua, sudah putus sekolah tersandung biaya pak,” ungkapnya

Mulyani juga berharap, pemerintah bisa membantu mengaktifkan kartu BPJS Kesehatan miliknya yang mati. Agar bisa dipergunakan lagi untuk perobatan gratis.

“Tolong pak pejabat, pak (anggota) DPRD, siapa saja yang mau membantu kami ini warga yang susah. Kami mohon pak,” ungkapnya.

Kontributor: Tanjung

Berikan Komentar:

Tags

Berita Terkait:

Back to top button
Close