Daerah

Kriminolog Sebut Ayah Bunuh 2 Anak Tiri Layak Dihukum Mati

Medan.top – Tersangka pelaku peristiwa pembunuhan, R (30) di Jalan Brigjen Katamso, Medan, ayah yang tega bunuh dua anak tiri-nya, dinilai layak dihukum mati.

Pernyataan itu disampaikan Kriminolog Dr Redyanto Sidi SH M menanggapi kasus pembunuhan di Jalan Brigjen Katamso, Gang Global Prima, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun, Sabtu (20/6/2020) lalu. Redyanto mengatakan, perbuatan tersangka adalah tindakan kejam dan kemungkinan sudah dilakukan berulang dan kejadian terahkir adalah puncaknya dan menyebabkan korban tewas.

“Faktor dendam dan sakit hati kemungkinan bisa jadi pemicu. Mungkin juga ada faktor lain seperti biasa melakukan kekerasan dan dipicu faktor Narkoba,” ujar Redyanto, Rabu (24/6/2020).

Redyanto mengatakan, dengan tindakannya itu, pelaku sangat layak untuk diancam humukan mati. Menurut Redyanto, lingkungan yang bebas dan luput dari pengawasan juga membuat pelaku jadi leluasa melakukan perbuatannya.

“Di sisi lain, faktor ekonomi bisa juga jadi pengaruh. Namun pada prinsipnya pelaku sudah punya niat hingga dapat momen yang tepat,” ungkapnya.

Saat ditanyakan apakah status pelaku yang lajang lalu menikahi istrinya yang janda membuat dia semena-mena dengan kedua anak tersebut, Redyanto tak memungkiri kemungkinan itu.

“Bisa juga orang yang merasa anak tersebut bukan anak kandungnya, tetapi malah merasa jadi beban sehingga dianggap tidak berharga keberadaan termasuk nyawanya. Jadi perbuatan pelaku ini bisa kita sebut psikopat,” tegas Redyanto.

Ayah Bunuh 2 Anak Tiri dengan Cara Menginjak-Injak hingga Tewas

Sebelumnya, dalam pra rekonstruksi yang digelar Polsek Medan Kota dan Polrestabes Medan di lokasi kejadian terungkap kalau tersangka menghabisi Iksan Fatilah (10) dan Rafa Anggara (5) di rumah kontrakannya secara sadis dan keji.

Wajah kedua korban saling diantukkan. Selanjutnya, wajah kedua korban dibenturkan ke dinding tembok. Setelah tidak berdaya, kedua korban dibaringkan, lalu bagian dadanya diinjak-injak tersangka hingga remuk dan meregang nyawa. Kemudian, jasad korban dibuang ke parit sekolah Global Prima Jalan Brigjen Katamso.

“Iya, habis dijedotin (dibenturkan ke dinding, terus diinjak-injak. Korban dibunuh di rumah kontrakan mereka,” ujar Kapolsek Medan Kota, Kompol Rikki Ramadhan melalui Kanit Reskrim, Iptu M Ainul Yaqin.

Reporter : Ial

Berikan Komentar:

Tags

Berita Terkait: