Daerah

Kesal Dimintai Tip, Mahasiswa di Surabaya Bunuh Terapis Pijat Plus-Plus Panggilan

Medan.top – Pemuda 19 tahun berinisial YF, diringkus petugas gabungan Polsek Lakarsantri dan Polrestabes Surabaya  di Mojokerto, Jawa Tengah. Pria berstatus mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Surabaya itu ditangkap atas kasus pembunuhan terhadap terapis atau tukang pijat plus-plus panggilan bernama Octavia Widiyawati alias Monik (33).

Wakapolresta Surabaya, AKBP Hartoyo  mengatakan, tersangka YF, diamankan Rabu (17/6/2020), saat kabur ke rumah bibinya di Mojokerto, tak sampai 24 jam setelah kejadian pembunuhan yang terjadi Selasa (16/6/2020) malam lalu.

“Yang bersangkutan ini diamankan anggota saat kabur ke Mojokrerto di rumah bibinya. Alhamdulillah belum sampai 1×24 jam, kasus ini berhasil kita ungkap,” ucap AKBP Hartoyo, dilansir dari jatimnow.com, Kamis (18/6/2020).

AKBP Hartoyo menjelaskan, pembunuhan itu berawal saat tersangka YF memesan jasa pijat korban, Selasa (16/6/2020) malam. Tanpa sepengetahuan ibunya, Angga Ayu Widianingsih, dia membawa korban masuk ke rumah di Lidah Kulon 2B No. 20, Surabaya, dan lalu kamarnya untuk langsung memijat tersangka.

Tidak hanya memijat, korban selanjutnya berkencan dengan YF.  Aksi intim itu itulah yang memicu YF menganiaya korban hingga tewas. Pasalnya, usai berhubungan, korban meminta tip.

Yusron yang menolak memberikan tip, membuat korban marah-marah dan memaksa tersangka. Hal itu membuat tersangka nekat menganiaya korban hingga meregang nyawa.

“Jadi awalnya, tersangka ini memesan jasa pijat plus-plus melalui sebuah aplikasi. Di situ disepakati harganya. Namun, saat korban ini meminta tip ke tersangka, tersangka tidak mau membayar. Kemudian korban terus memaksa sambil marah-marah, hingga akhirnya tersangka kesal kemudian terjadilah penganiayaan hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.” ucapnya.

Tidak hanya dianiaya hingga tewas, tersangka pelaku juga sempat membakar bagian tubuh korban. Namun akhirnya, hal itu dia urungkan, selanjutnya jasad korban dimasukkan ke dalam kardus bekas tempat kulkas.

Ini Alibi Mahasiswa di Surabaya Bunuh Terapis Pijat Plus-Plus yang Dia Sewa

YF mengatakan, mengenal korban dari Facebook. Lewat media sosial (Medsos) itu, negosiasi antara dia dan terapis yang jadi korban menyepakati tarif pijat. Korban selanjutnya datang ke rumah kontrakan ibu dari tersangka.

“Saya hubungi dia lewat aplikasi. Perjanjian awal tarifnya Rp950 ribu, pijat plus service selama 90 menit. Namun dia hanya memijat sekitar 45 menit, belum sampai selesai,” ucap tersangka beralasan.

Usai memijat, Monik menawarkan jasa kencan pada tesangka. Setelah selesai, dia meminta uang tip. Kata tersangka, dia bahkan berteriak-teriak memaksa. Khawatir digerebek warga, tersangka akhirnya menusuk korban dengan pisau lipat. Sebelumnya, dia juga sempat membekap mulut korban dan membakar kaki korban.

“Setelah hubungan badan itu, dia kemudian berteriak-teriak sambil minta tambahan uang tip, maksa-maksa. Karena takut terdengar tetangga dan takut digerebek warga, akhirnya saya tusuk dengan pisau lipat dua hingga tiga kali. Awalnya saya berniat membakar dia dan sempat kena kakinya. Tapi karena tidak tega maka saya tidak melanjutkan membakarnya,” ucapnya.

Ironisnya, uang untuk membayar jasa terapis tersebut merupakan uang kuliah yang diberikan orang tuanya.

“Saya masih kuliah, ambil manajemen. Uang yang saya buat bayr pijat itu ya uang kuliah. Dikasih sama-mama,” ucapnya.

Berikan Komentar:

Tags

Berita Terkait: