Daerah

Kebakaran Kapal Tanker di Belawan Diduga Karena Korsleting

Medan.top –  Peristiwa kebakaran kapal tanker di galangan PT Waruna Nusa Sentana Shipyard, Belawan, Senin (11/5/2020) lalu, yang menewaskan tujuh orang diduga terjadi karena korselting atau hubungan pendek arus listrik.

Dugaan itu disampaikan General Affair PT Waruna Nusa Sentana Shipyard, Ardiansyah, dilansir dari detiknews, Rabu (13/5/2020).

“Dugaannya hubungan pendek arus listrik,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (15/5/2020) malam.

Sebelumnya, kata Ardiansyah, pekerja sedang melakukan pengelasan di bagian dek kapal tanker MT Jag Leela tersebut.

“Pengelasan, ya. Di dek, di bagian dek, lantai ya,” ucap Ardiansyah.

DIa juga membantah beberapa kali terjadi ledakan setiap pekerja melakukan pengelasan. Menurutnya, informasi tersebut tidak benar.

“Baru ini. Nggak benar (ada ledakan), baru ini,” ujar Ardiansyah.

Dia juga menyebutkan, saat kejadian tersebut, minyak yang ada di kapal sudah bersih. Namun demikian, pihaknya masih melakukan investigasi terkait kejadian tersebut.

Ardiansyah juga menyebutkan, ada sekitar 60 pekerja saat kejadian itu. Dia menyebutkan, pekerja tersebut ada yang karyawan perusahaan sendiri, dan ada dari pekerja alih daya atau outsourcing.

“Saya kira 60 orang. Ada yang karyawan sendiri, dan ada dari pihak ketiga. Yang jadi korban, 50:50 (pekerja perusahaan dan pekerja alih daya),” ungkap Ardiansyah.

Dia mengatakan, pihaknya akan membantu biaya penguburan. Tidak hanya itu, asuransi untuk korban juga sudah disiapkan.

“Akan kami santuni, kami bantu biaya penguburannya dan asuransi juga ada,” ujar Ardiansyah.

Seperti diketahui, ada sebanyak 22 korban luka pada peristiwa kebakaran kapal tanker tersebut. Sementara itu, korban tewas mencapai tujuh orang. Enam orang di antara korban tewas merupakan pekerja galangan, sedangkan satu di orang lainnya merupakan juru kemudi.

Berikan Komentar:

Tags

Berita Terkait: