Daerah

Ini Tampang Pelaku Perampokan Sadis di Siantar yang Menyerahkan Diri

Medan.top– Pria berinisial TRHM (25), warga Afdeling C Toba Sari, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, diserahkan keluarganya ke markas Polres Siantar, Senin (3/8/2020) pagi. TRHM merupakan tersangka pelaku perampokan sadis di Siantar yang sebelumnya menganiaya korbannya, seorang pria lanjut usia (Lansia) bernama Indra Bakti Lubis (62).

Kasat Reskrim Polres Siantar, AKP  Edi Sukamto, membenarkan penyerahan diri TRHM tersebut.

“Benar, pelaku diserahkan pihak keluarganya pagi ini sekitar pukul 03.00 WIB,” ujar AKP Edi.

Belum banyak informasi yang bisa didapatkan terkait penangkapan pelaku tersebut. Hingga Saat ini, TRHM masih dalam pemeriksaan intensif oleh penyidik. Polisi menjerat pelaku Pasal 365 KUH-Pidana tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan atau Curas.

Sebelumnya, Indra Bakti Lubis yang pensiunan PNS dirampok dan dianiaya hingga berlumuran darah oleh kenalannya sendiri. Pelaku berhasil membawa kabur sejumlah perhiasan hingga uang tunai milik korban. Kejadian itu  dialami korban di rumahnya di Jalan Ring Road Nagahuta, Kelurahan Setia Negara, Kecamatan Siantar Sitalasari, Selasa (28/7) sekitar pukul 09.00 WIB pagi.

Pasca kejadian tersebut, korban terpaksa harus diopname, sedangkan pihak keluarga baru melaporkan kasusnya, Sabtu (1/8/2020) ke Polres Siantar. Korban mengaku, pelaku merupakan pria yang masih dikenalnya. Mereka sering bertemu untuk minum kopi di sebuah warung di seputar stasiun kereta Api.

Peristiwa itu berawal Selasa (28/7/2020) pagi, saat korban hendak pulang ke rumahnya mengendarai sepeda motor Honda Astrea Grand. Sewaktu melintas di depan loket Indah Taksi, dekat dengan stasiun kereta api, korban bertemu dengan pelaku di pinggir jalan.

Pelaku Perampokan Sadis di Siantar Benturkan Kepala Korban ke Dinding Hingga Berdarah

Pelaku pun mencurahkan niatnya untuk numpang istirahat di rumah korban. Tanpa rasa curiga, korban pun membonceng pelaku hingga ke rumahnya.

“Kami tiba di rumah sekitar jam 07.00 WIB. Setiba di rumah, pelaku sempat kelaparan, lalu minta tolong dimasakkan Indomie,” kata pensiunan PNS di Pemko Siantar itu.

Usai makan mi instan, pelaku langsung istirahat tidur di kursi sofa ruang tamu. Korban sempat mengingatkan pelaku agar tidak lama-lama tidur, korban hendak menjemput kakak kandungnya Wilda Lubis. Kakaknya minta dijemput sekitar jam 09.00 WIB dari rumah keluarganya di daerah Timbang Galung.

Ternyata sebelum sekitar jam 09.00 WIB kakak kandung korban sudah datang ke rumahnya. Lantaran kondisi masih mengantuk, korban menuju kamar untuk istirahat tidur. Belum sempat terpejam, korban tersentak dan bangun dari tidurnya lantaran mendengar suara gemericik air dari arah kamar mandi. Saat itu pelaku tengah mencuri muka.

“Habis cuci muka, dia minta diambilkan handuk,” kata korban.

Saat berjalan mengambil handuk dari dalam ruangan kamar, di situlah pelaku langsung beraksi memiting kepala korban dari belakang. Pelaku langsung menggiring masuk ke ruangan kamar. Korban sempat berontak karena kepalanya dipiting , namun pelaku langsung memukulinya. Korban dicekik lehernya hingga sulit bernapas.

Pelaku yang kalap selanjutnya membenturkan kepala korban ke arah lantai ruangan kamar sampai kepalanya luka-luka mengucurkan darah.

Kakak korban mendengar suara berisik tersebut curiga lalu pergi melangkah ke arah ruangan kamar sang adik. Sesampai di pintu kamar, pelaku langsung menyambut Wilda dengan ancaman parang.

“Sudah diancam pakai parang, pelaku menggiringku masuk ke dalam kamar. Di situ adikku sudah keadaan ngorok dan banyak darah di lantai kamar, lalu pelaku mengurung kami berdua dengan mengunci pintu kamar,” sambung Wilda.

Korban Diselamatkan Warga yang Melintas

Menurut korban, ia dan kakaknya yang dikurung diselamatkan oleh seorang warga yang kebetulan melintas. Korban hampir satu jam berteriak dari dalam kamar lantaran dianiaya pelaku perampokan sadis di Siantar .

Pintu kamar dibuka paksa dengan cara di dobrak, korban yang telah tidak berdaya bersama kakaknya langsung dikeluarkan dari dalam kamar rumah. Kondisi korban yang luka berat kemudian dilarikan ke RS Tentara.

Korban menyampaikan, pelaku berhasil menggasak perhiasan, uang tunai hingga handphone pribadinya. Di akhir korban berharap polisi menangkap pelaku yang dikenalnya itu.

“Pelaku membawa uang kontan Rp 2,5 juta dari kantung celana yang kupakai, dan HP Xiaomi serta tiga buah cincin emas. Pelakunya marga Manik dan biasa dipanggil dengan gelar Pak Best. Ciri-cirinya badan tegap dan rambut cepak. Kalau kampungnya di Sidamanik, dan terkadang sering ke tempat ceweknya si Lina kos-kosan di Jalan Mataram 1, dan kerjanya supir mengangkut buah. Saya berharap polisi secepatnya dapat menangkap pelaku yang sangat saya kenali ini,” ucapnya.

Sementara itu petugas SPKT Polres Siantar langsung menggelar olah TKP di rumah korban pasca menerima pengaduan korban. Petugas turut memintai keterangan korban dan saksi-saksi lain untuk mengungkap pelaku.

Kontributor:  Tanjung

Berikan Komentar:

Tags

Berita Terkait:

Back to top button
Close