Daerah

Edarkan Daging Sapi Dioplos Celeng di Bandung, Pasutri Diringkus

Medan.top – Pelaku penjual daging sapi dioplos daging celeng di Bandung berhasil diringkus tim Satres Kriminal Polres Cimahi. Pelaku, pasangan suami-istri (Pasutri) warga Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, berinisial T dan R, diamankan jajaran Satreskrim Polres Cimah, Jumat (26/6/2020) pekan lalu.

Yang mencengangkan, keduanya mengaku telah melakukan aksinya tersebut sejak tahun 2014 atau enam tahun silam.  Kapolres Cimahi, AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki, pelaku kasus yang sempat viral di media sosial (Medsos) tersebut  terungkap dari penyelidikan pihak kepolisian.

“Betul, kami telah mengamankan empat orang pelaku pengoplos dan penjual daging celeng di wilayah KBB (Kabupaten Bandung Barat). Pelaku utamanya sepasang suami-istri yang diamankan di Desa Jayamekar, Padalarang,” ungkap Yoris di Polres Cimahi dilansir dari detiknews.

Dari keterangan pelaku kepada pihak kepolisian, keduanya mendapatkan daging celeng tersebut dari wilayah Sukabumi, Jawa Barat, setiap bulannya.

“Jadi, mereka dapat daging celeng ini dari wilayah Sukabumi. Kemudian mereka jual dengan cara dioplos atau dicampur dengan daging  sapi. Perbandingannya, dua kilogram daging sapi impor dicampur dengan satu kilo daging celeng,” ucapnya.

T dan R memasok daging celeng ke pelanggannya di Purwakarta sebanyak 70 Kilogram. Sementara di Tasikmalaya sebanyak 30 Kilogram, di daerah Cianjur 30 Kilogram. Sementara untuk rumah makandi Bandung sebanyak 40 Kilogram. Pasutri itu mengaku  meraup keuntungan puluhan juta dalam setahun.

Di hadapan polisi, tersangka T mengaku menjual daging sapi dicampur daging celeng untuk mendapatkan keuntungan lebih besar.  Dengan dioplos daging sapi, harga daging celeng yang jauh lebih murah selanjutnya bisa dijual dengan harga daging sapi yang tinggi.

“Ingin dapat untung besar saja, jadi mengoplos daging sapi dengan daging celeng,” ujar T, Rabu (1/7/2020).

Perempuan itu mengatakan, dia dan suaminya mendapatkan pasokan daging celeng tersebut dari pemburu dan pemasok di Sukabumi. Selanjutnya, daging tersebut mereka edarkan ke sejumlah rumah makan dan pedagang bakso di Purwakarta. Cianjur, Kota Bandung, dan Tasikmalaya.

“Dapatnya dari hutan, dari pemburu di Sukabumi. Ada di daerah Padalarang juga. Menjualnya didatangi langsung, tidak dijual ke pasar tradisional.” ucapnya.

2 Pelanggan Tetap Pengoplos Daging Celeng di Bandung juga Diringkus

Selain pasturi pengoplos daging sapi dan daging celeng di Bandung, petugas Polres Cimahi juga meringkus dua tersangka lainnya, D dan N. D merupaka penjual daging dan pembuat bahan baku bakso di Tasikmalaya. Sementera N , pedagang daging di Purwakarta.

“Ada peran pelaku lainnya yakni N dan D. Untuk pelaku D, dia memasarkan daging itu ke tukang bakso keliing di Tasikmalaya,” ucapnya.

Keempat pelaku dijerat pasal 62 ayat 1 atau 2 o Pasal 8 aat 1 huruf d UU RI Nomor 8 Tahun 1999. Tentang Perlindungan Konsumen serta Pasal 91 A Jo Pasal 58 ayat (6) UU RI nomor 41 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 18 tahun 2009 Peternakan dan Kesehatan Hewan.

“Ancaman hukumannya lebih dari 5 tahun. Rencananya akan dilimpahkan ke polres yang lain seperti Polres Cianjur, Polres Tasikmalaya, Polres Purwakarta, karena TKP penjualan semuanya berasal dari sana,” ucap AKBP M Yoris.

Berikan Komentar:

Tags

Berita Terkait:

Back to top button
Close