Daerah

Buruh Tani di Lamongan Cabuli Siswi SMP Hingga Hamil dan Melahirkan

Medan.top – Seorang buruh tani di Lamonagan diringkus petugas Polres Lamongan karena diduga cabuli siswi SMP kenalannya di media sosial (Medsos). Bahkan, aksi pencabulan yang diduga dia lakukan tersebut menyebabkan korban hamil dan melahirkan.

Kapolres Lamongan, AKBP Harun mengatakan, tersangka merupakan buruh tani 25 tahun bernisial S. Tersangka adalah warga Sambeng, Lamongan, Jawa Timur.  Peristiwa tersebut diawali perkenalan antara tersangka dan korban yang masih berusia 14 tahun. Akibat ulahnya, korban hamil dan telah melahirkan.

“Perbuatan biadab dilakukan saat pelaku mengajak korban berkunjung ke rumah pelaku dengan alasan akan dikenalkan dengan orang tuanya pada Agustus 2019 lalu,” kata AKBP Harun dilansir dari detiknews, Jumat (19/6/2020).

Saat bertemu dengan korban, tersangka bukannya mengenalkannya dengan orang tuanya. Korban malah dipaksa masuk ke kamar pelaku. Setelah di dalam kamar, pelaku merayu korban untuk menuruti keinginannya.

“Pelaku merayu, jika hubungan mereka sudah disetujui oleh ibu tersangka dan tinggal diresmikan saja,” ucap Harun.

Tidak hanya melakukannya kali itu saja, pelaku yang seolah mendapat lampu hijau dari korban, selanjutnya berulang kali melampiaskan nafsu bejatnya. AKBP Harun mengatakan, korban dia cabuli hingga lima kali. AKBP harun mengatakan, pelaku juga mengancam akan menyebarkan aib korban kepada setiap orang jika korban sudah tidak perawan, Dia menakut-nakuti korban agar tidak berbicara pada siapapun.

“Karena di bawah ancaman pelaku, korban tidak berani berceita kepada orang tuanya. Pada 12 Juni 2020, korban mengeluh sakit perut dan diajak ke bidan desa. Setelah diperiksa, korban ternyata mau melahirkan,” ucap Harun.

Orang tua korban tidak menyangka ketika korban mengeluh sakit perut tersebut ternyata sedang hamil. Pasalnya, postur korban yang gemuk dan saat hamil tidak memiliki ciri-ciri kalau sedang mengandung. Namun, korban akhirnya mengaku dicabuli pelaku hingga hamil setelah didesak.

“Sebelum dilaporkan ke polisi, kedua belah pihak sudah melakukan mediasi tapi tidak menemukan solusi. Sehingga oran tua korban kemudian melaporkan kasus ini ke polres,” ungkapnya.

Tersangka Cabuli SIswi SMP Terancam Penjara 15 Tahun

Polisi setelah menerima laporan keluarga korban, langsung melakukan penyidikan dan mengamankan pelaku. Pelaku dijerat pasal 81 ayat ( 1) dan (2) dan atau Pasal 82 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. S terancam hukuman pidana minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

“Penangkapan berawal dari hasil informasi warga masyarakat serta laporan dan orang tua anak korban. Petugas unit PPA Satreskrim Polres Lamongan melakukan penangkapan tehadap terduga pelaku tindak pidana persetubuhan dan perbuatan cabul di rumah pelaku,” ucap AKBP Harun.

Saat pemaparan, tersangka S mengaku menyesali perbuatannya. Dia juga memiunta maaf kepada keluarga korban dan mengaku siap bertanggung jawab.

“Saya menyesal dan saya akan bertanggung jawab,” ucapnya di hadapan AKBP Harun dan wartawan.

Berikan Komentar:

Tags

Berita Terkait: