Daerah

Ayah Pesta Miras Bersama Teman, Anak ‘Digarap’ Teman Sendiri

Medan.top – Penyesalan saat ini tengah menyelumuti seorang ayah di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Betapa tidak, saat tengah ‘asyik’ pesta miras di rumahnya bersama beberapa temannya, putri kandungnya yang masih di bawah umur malah diperkosa temannya, AG  (50).

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Arman Asmara Syarifudin, dilansir dari detiknews, Rabu (10/6/2020) memaparkan kronologi kejadian tersebut.

Peristiwa itu berawal saat ayah korban sedang minum minuman keras bersama beberapa temannya di dalam rumahnya. AG, tiba-tiba menyelinap masuk dan mendatangi korban yang sedang menonton televisi.

Saat pesta miras, AG menyelinap dan masuk ke rumah korban. Pada saat itu korban sedang menonton tv. Sementara ayah korban sedang asyik minum-minuman keras bersama teman-temannya yang lain.

Selanjutnya, AG menarik tangan korban dan mendorong tubuh korban ke tempat tidur. Namun, korban meronta dan menolak tubuh AG. Tetapi akhirnya, pelaku berhasil membuka paksa celana korban, dan membuka celananya.

“AG menarik tangan korban, kemudian mendorong badan korban ke tempat tidur. Korban menolak dan memberontak. Namun AG membuka celana (dia) dan celana korban dengan secara paksa,” kata Kombes Arman.

AG lalu melampiaskan hasratnya kepada korban. Bahkan usai melakukan aksi bejatnya, pelaku mengatakan dalam bahasa Jawa, akan memberikan uang jika korban suka berhubungan dengannya.

“Selanjutnya, AG menyetubuhi korban, setelah menyetubuhi korban, AG mengatakan kepada korban “ngko lek awakmu gelem hubungan karo aku maneh, tak teki duwik,” ujar Kombes Arman menirukan pengakuan korban.

Pelaku Setubuhi Korban Saat Ayahnya Pesta Miras sudah Diamankan Polisi

Saat ini, pelaku sudah diamankan dan ditahan pihak Polres Banyuwangi. Pelaku dijerat pasal 81 81 ayat (1) Juncto Pasal 76D  atau 81 ayat (2) UU RI Nomor 17 Tahun 2016. Pasal itu berisi penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016. Tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002, tentang perlindungan anak menjadi undang-undang. Pelaku terancam pidana penjara maksimal 15 tahun.

Berikan Komentar:

Tags

Berita Terkait: