Daerah

2 kurir 7 Kg Sabu dalam Kemasan Susu Milo Diringkus BNNP Riau

Medan.top – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau, berhasil mengamankan dua orang tersangka kurir Narkoba jenis sabu berinisial RH dan FA. Dua tersangka kurir sabu itu diringkus bersama barang bukti sabu dalam kemasan minuman cokelat Milo dengan bobot total 7 Kilogram.

Penangkapan kedua tersangka kurir sabu tersebut disampaikan Kepala BNNP Riau, Brigjen Pol Kennedy. Dia mengatakan, sabu dalam kemasan serbuk minuman cokelat Milo tersebut merupakan modu baru dalam peredaran sabu. Pasalnya sebeluymnya, pelaku banyak menyelundupkan sabu dengan menggunakan kemasan teh asal China.

“Para pelaku atau bandar-bandar narkotika akan berinovasi terus. Mungkin, modus operandi juga akan disamarkan terus. Dulu teh Cina sekarang beralih kepada kemasan Milo,” ujar Brigjen Kennedy di Kantor BNNP RIau, Jumat (17/7/2020).

Kennedy menjelaskan, sabu itu dibawa dari Malaysia lewat jalur laut di Kabupaten Indragiri Hilir. Dari Tembilahan, sabu dibawa tersangka RH dengan mobil travel Mistubishi L300 menuju ke Pekanbaru.

Sabu yang dikemas dalam kemasan minuman cokelat,  dimasukkan dalam kardus. Saat sampai di Jalan Lintas Timur Km 17. Tepatnya di depan SPBU, mobil tersebut diberhentikan petugas.

“Kami amankan di Jalan Lintas Timur Kilometer 17, depan SPBU, sudah masuk wilayah Pekanbaru, Kamis (16/7/2020) pagi.

“Kami amankan di Jalan Lintas Timur kilometer 17, depan SPBU, sudah masuk wilayah Pekanbaru pada Kamis (16/7/2020) pagi. Setelah kardus dibuka, ditemukan enam bungkus kemasan Milo,” ujar Brigjen Kennedy.

Enam bungkus Milo itu berisi masing-masing 1 Kg sabu. Dari pengembangan, tim kembali mengamankan satu bungkus kemasan Milo.

“Total tujuh kemasan, kurang lebih 7 Kilogram sabu,” ucapnya.

Pengakuan RH, sabu itu akan diserahkan kepada FA. Tidak menunggu waktu lama, petugas pun menangkap FA.

“(FA) Sudah kita tangkap,” ucap brigjen Kennedy.

Untuk jasa mengantarkan sabu tersebut, tersangka diiming-imingi uang Rp 50 juta. “Kalau berhasil sampai tangan penerima, diupah Rp 50 juta, tapi belum ada pembayaran,” ujarnya.

Rencana 7 Kg sabu tersebut akan diedarkan di Kota Pekanbaru dan sejumlah daerah lainnya. Bisnis haram tersebut menggunakan sistem mata rantai terputus. Sabu diletakkan di sebuah tempat, lalu diambil pemesan.

7 Kg Sabu dalam Kemasan Milo Dibungkus Sangat Rapi

Brigjen Kennedy, mengatakan, dari modus operandi, pelaku mengemas dengan kemasan minuman cukup rapi. Masyarakat yang melihat kemasan itu menurutnya, pasti akan berpikir kalau isi di dalamnya adalah minuman Milo seperti lazimnya. Pelaku menurutnya melakukan pengemasan dengan rapi.

“Seolah kalau dilihat, itu (benar-benar) Milo. Minuman susun untuk anak-anak, oleh-oleh.  Dibungkus rapi, tidak ada sobekan sedikit pun. Ini kemasan sudah direncanakan, disiapkan di dalamnya Milo,” terang Brigjen Kennedy.

Modus kemasan peredaran sabu yang dilakukan kedua tersangka diduga juga sudah beredar di daerah lain di Indonesia. Pasalnya, di hari yang sama, BNNP Sumatera Selatan juga mengamankan 4 Kg sabu dengan kemasan Milo di Palembang.

“Modusnya sama. Tidak menutup kemungkinan pengiriman dari Malaysia juga sama. Dibungkus dengan kemasan hijau nestle,” ungkap Brigjen Kenedy.

Kontributor : Anthony

Berikan Komentar:

Tags

Berita Terkait:

Back to top button
Close