Agribisnis

6 Tips Mengelola Tanaman Sawit agar Tumbuh Sempurna & Panen Melimpah

Medan.top – Tanaman kelapa sawit jika dikelola dengan benar bisa mendatangkan manfaat yang baik. Pada dasarnya, menanam kelapa sawit perlu memperhatikan aspek lingkungan sekitar. Untuk menghasilkan tandan buah segar (TBS) yang berkualitas baik, ada beberapa tips mengelola tanaman sawit agar tumbuh sempurna dan panen melimpah.

Berikut tips mengelola tanaman sawit :

1. Pakai Bibit Unggul

Ciri –ciri bibit sawit yang unggul umumnya seperti ini :

  • Kecambahnya berasal dari produsen yang telah memiliki izin dari Departemen Pertanian. Pemeliharaannya pun telah memiliki izin dan diawasi oleh Dinas Perkebunan Provinsi (Terlihat dari sudah diberikannya sertifikat).
  • Usia tanaman antara 9-14 bulan tanpa memangkas pelepah sehingga terhindar dari stress. Setelah ditanam, disarankan untuk tidak langsung memberikan pupuk terutama jika cuaca sedang hujan. Tunggu di bulan berikutnya baru dibolehkan untuk memberi pupuk.

2. Memperhatikan Kondisi Tanah

Pada umunya, lahan untuk tanaman sawit dibagi menjadi 2 klasifikasi, yaitu tanah gambut dan tanah mineral. Banyak yang beranggapan bahwa tanaman sawit merupakan tanaman bandel. Artinya, ia bisa hidup di berbagai  kondisi tanah meskipun hasil akhirnya tidak bagus. Maka dari itu, kondisi tanah perkebunan juga perlu diperhatikan sebelum menanamnya.

Tanah mineral berada di daerah perbukitan atau pegunungan. Jika ingin menanam sawit di daerah ini, disarankan untuk membuat teras pada tanaman sawit agar pupuk tidak hanyut ketika hujan serta mempermudah masa pemanenan. Sedangkan tanah gambut biasanya cukup lunak sehingga membuat air cenderung tergenang saat musim hujan. Maka dari itu, disarankan untuk membuat jalur air untuk mencegahnya.

3. Mendapatkan Sinar Matahari yang Cukup

Tanaman kelapa sawit sangat memerlukan sinar matahari yang cukup untuk mepengaruhi tumbuh kembangnya. Jarak tanam pun juga ikut menentukan pertumbuhan tanaman sawit.

Sebaiknya , ikuti cara menanam dengan jarak yang telah ditentukan menurut karakteristik bibit dan panjang pelepah. Contohnya, jarak tanam antar pokok bisa 8-9 meter. Untuk lahan yang datar, umumnya 1 hektar bisa ditanami 125-144 batang. Sedangkan untuk lahan teras dengan kemiringan cenderung ekstrim, umumnya bisa ditanami 100-120 batang.

4. Perhatikan Curah Hujan

Tanaman sawit akan sangat bagus jika berada di daerah yang curah hujannya cukup tinggi. Dataran tinggi dan daerah hutan yang biasanya memiliki kelembapan tanah yang tinggi dan memiliki curah hujan yang teratur adalah kondisi ideal bagi tanaman sawit.

5. Bersihkan Sekitar Pohon dari Gulma

Gulma adalah salah satu parasit yang mengganggu perkembangan tanaman kelapa sawit. Misalnya seperti kacangan yang tumbuh disekitar piringan tanaman sawit bahkan sampai melilit ke pelepah/daun sawit. Itu sebabnya mengapa setiap pohon harus diberi jarak. Serta membersihkan areal pohon sawit secara berkala agar terhindar dari serangan gulma.

6. Memupuk dengan Dosis yang Tepat

Pupuk diperlukan untuk perkembangbiakan batang, pelepah, daun, dan untuk buah sawit itu sendiri. Disarankan untuk menggunakan pupuk yang bermutu dan berkualitas bagus. Soal harga memang lebih mahal, namun lebih baik mengeluarkan biaya lebih banyak tetapi menghasilkan buah yang berkualitas baik, daripada menghemat biaya namun menghabiskan lebih banyak biaya untuk perbaikan tanaman.

 

Sumber : Paktanidigital.com

Berikan Komentar:

Tags
Back to top button
Close