Agribisnis

5 Jenis Pupuk Perangsang Buah Sawit Agar Besar & Panen Melimpah

Medan.top – Tanaman kelapa sawit akan panen melimpah dan sempurna jika dirawat dengan memberikan nutrisi yang cukup.  Salah satu faktor yang menentukan kuantitas dan kualitas panen buah sawit adalah pupuk. Oleh karena itu, kenali jenis pupuk perangsang buah sawit agar tanaman kamu bisa panen sempurna dan melimpah.

Berikut adalah beberapa jenis pupuk perangsang buah sawit yang wajib kamu ketahui:

1. Pupuk Organik Bokashi

Pupuk-Organik-Bokashi
Bebeja.com
Ramuan Bokashi Untuk Tabulampot

Jenis pupuk perangsang buah sawit yang pertama adalah pupuk bokashi. Pupuk ini lebih banyak mengandungunsur hara serta lebih mudah diserap akar tanaman. Selain itu, keberadaan EM4 dalam bokashi akan menekan pertumbuhan microorganism pathogen.

Dalam pupuk bokashi padat sudah pasti terkandung unsur hara makro dan mikro. Unsur hara tersebut sangat berguna untuk mensuplai nutrisi tanaman sawit.

Pemberian pupuk organic ini adalah sebagai pupuk dasar dan harus dilakukan sekitar 6 bulan sekali. Untuk tanaman sawit sebaiknya bokashi terbuat dari pupk kandang yang bercampur kompos.

2. Pupuk Fosfor (Phospat)

Pupuk-Fosfor-(Phospat)
InfoPublik
InfoPublik – Pemerintah Perlu Sinkronkan Pasokan Gas Pabrik Pupuk

Selanjutnya adalah pupuk fosfor, pupuk fosfor merupakan unsur hara makro yang berperan penting dalam proses perumbuhan sawit dan akan merangsang pengakaran tanaman sawit agar menjadi kuat. Serta juga sangat dibutuhkan untuk masa pembuangan.

Contoh  pupuk yang kaya fosfor adalah SP-36. Sedangkang untuk masa pembuangan gunakan pupuk phospat cair seperti agrophos.

3. Pupuk Kalium

jenis pupuk yang merangsang buah sawit adalah pupuk kalium
pt satona
Pupuk KCL

Pupuk kalium berperan dalam mengatur proses pembukaan dan penutupan stomata untuk penguapan air. Selain itu, kalium juga berguna untuk mepertebal dinding sel dan menstimulus sistem pertahanan alami tumbuhan.

Fungsi lain dari pupuk kalium adalah proses pembentukan buah dan sekaligus memperbaiki kualitas buah itu sendiri. Jika tanaman sawit cukup akan kalium maka akan memiliki batang yang kuat dan juga buah yang lebat dan berbobot.

Pupuk kalium diberikan pada saat pemupukan dasar bersamaan dengan pupuk organic dan posphat. Pupuk kalium juga perlu diulang terutama pada saat musim kemarau dan saat buah sawit sudah mulai terbentuk. Sumber untuk mendapatkan kalium sangat banyak seperti KCL, KNO, MKP dll.

4. Pupuk Mikro Plant Activator

Pupuk-Mikro-Plant-Activator
wb mubarak
PUPUK UNGGULAN KOCOR & SEMPROT

Pupuk mikro adalah pupuk majemuk yang mengandung bebragai macam unsur hara mikro seperti Mn, Cl, Mo, B, Cu, Fe, dll. Peran unsur mikro sangat penting pada proses metabolism tanaman serta mengaktifkan beberapa senyawa kimia seperti enzim dan hormone di dalam jaringan tanaman. Oleh karena itu pupuk mikro sering disebut dengan plant activator.

Pupuk mikro disarankan untuk dilakukan setelah tanaman berusia 1 bulan dengan menyemprotkan pupuk mikro 1-2 kali dalam sebulan.

Penyemprotan ini bisa menjadi lebih intens ketika tanaman sawit telah memasuki masa generatif (berbunga). Hal ini diharapkan mampu menghasilkan bakal buah sawit yang lebih banyak. Beberapa contoh dari pupuk mikro ialah Primarin-B dan Yara Vita Complex.

5. ZPT (Zat Pengatur Tumbuh)

ZPT-(Zat-Pengatur-Tumbuh)
Gerbang Pertanian
CARA SEDERHANA MEMBUAT HORMON/ ZPT ORGANIK SENDIRI

ZPT digunakan sebagai zat penunjang pertumbuhan dan perkembangan tanaman serta merangsang keluarnya buah sawit lebih banyak. Pada budidaya tanaman kelapa sawit, ZPT yang paling tepat untuk diberikan adalah Auksin dan Giberelin. ZPT Auksin berfungsi dalam memacu pertumbuhan serta memacu pembentukan bunga, sedangkan Giberelin berguna  pada fase generative yaitu masa pembungaan.

Tanaman sawit yang disemprot giberelin akan menghasilkan lebih banyak bakal buah daripada tanaman yang tidak dirangsang dengan zpt giberelin.

 

Sumber : Ilmubudidaya.com

Berikan Komentar:

Tags
Back to top button
Close